Jokowi Terima Kursi Plastik 30 Kg dari LSM Sungai Watch

Endah K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Jokowi Terima Kursi Plastik 30 Kg dari LSM Sungai Watch

Gambar atau konten salah?

Joko Widodo menerima hadiah unik dari organisasi lingkungan Sungai Watch. Organisasi ini dipimpin oleh tiga pendiri, Gary Bencheghib, Kelly Bencheghib, dan Sam Bencheghib. Hadiah yang diberikan berupa kursi dan kotak tisu, semuanya terbuat dari sampah plastik daur ulang.

Kursi tersebut dibuat dari 2.000 kresek plastik hitam. Beratnya mencapai 30 kilogram, sehingga terlihat kokoh meski terbuat dari bahan daur ulang. Kotak tisu dibuat dari kresek plastik berwarna hijau, menambah variasi warna yang menarik.

Di kediaman Presiden di Sumber, Solo, Jokowi langsung mencoba kursi itu. Ia mengeluh bahwa kursinya terasa ringan namun tetap nyaman. Jokowi pun memuji desain dan bahan yang digunakan.

Ini desainnya bagus, bahannya bagus, dari tas kresek hitam,” kata Jokowi saat berbincang dengan ketiga pendiri.

Gary menjelaskan bahwa ia mampu mengumpulkan 5 ton sampah setiap hari dengan memasang penghalang di sungai. Jokowi menanyakan hal itu dengan penasaran.

Per hari 5 ton?” tanya Jokowi untuk mempertegas pernyataan Gary.

Gary juga menjelaskan proses pembuatan kotak tisu. Ia menggunakan kresek berwarna hijau yang sudah dipilih warnanya. Untuk kursi, ia memakai kresek hitam, sedangkan tas kresek merah menggunakan warna berbeda.

Ini warnanya kita sudah dapat warna yang cocok, dari sampah semua. Untuk kursi menggunakan kresek berwarna hitam, untuk tas kresek merah beda lagi,” ucapnya.

Gary menekankan berat kursi yang diberikan kepada Jokowi. Ia menjelaskan bahwa kursi tersebut terbuat dari 2.000 kresek hitam dan beratnya 30 kilo.

Kursi yang Pak Jokowi lihat ini membuatnya dari 2.000 kresek yang hitam beratnya 30 kilo,” ujarnya.

Gary juga berbagi cerita tentang perjalanan panjangnya. Ia berlari dari Bali ke Jawa, melewati Solo. Dalam perjalanan tersebut, ia menempuh jarak 1.200 kilometer dengan kecepatan rata-rata 25 kilometer per hari.

Kita masih sedang lari 1.200 kilometer. Kita lari setiap hari 25 kilo ke Solo, sikilku wis kesel (kakiku sudah capek) dan mungkin dengan Bapak bicara tentang bagaimana kita bisa betul-betul bersih semua sungai di Indonesia. Ada lebih dari 4.000 sungai di sini di Indonesia dan mungkin diskusi tentang kolaborasi dengan pemerintah, dengan perusahaan,” ungkap Gary.

Selama pertemuan, Jokowi menyarankan agar Gary segera bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah selesai larinya. Jokowi juga menekankan pentingnya simbol kuat dalam gerakan memilah sampah.

Dia tertarik sekali program kita, dan pengin agar kita bisa langsung ketemu sama Wapres pas kita selesai larinya ini. Sebenarnya beliau sampaikan untuk gerakan sampah bersihkan sungai harus ada simbol yang kuat. Kita belajar dari beberapa tahun beliau menjabat Presiden, seperti ini yang mungkin kita carikan sekarang, bagaimana kan ada beberapa LSM, orang sendiri yang perhati lingkungan yang turun setiap hari,” pungkas Jokowi.

Peristiwa ini menegaskan komitmen Presiden terhadap kebersihan lingkungan. Dengan menggunakan sampah plastik sebagai bahan baku, Sungai Watch menunjukkan solusi sederhana namun efektif. Jokowi dan Gary menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, LSM, dan masyarakat dapat membawa perubahan nyata bagi ribuan sungai di Indonesia.

Joko WidodoSungai Watchplastik daur ulangkursikotak tisuGary Bencheghibkebersihan sungaikolaborasi pemerintah

Komentar

Memuat komentar...