Judi Online, Pinjaman Online, Penyebab Perceraian Sukabumi

Wulan M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Judi Online, Pinjaman Online, Penyebab Perceraian Sukabumi

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Sukabumi, judi online dan pinjaman online menjadi penyebab utama konflik rumah tangga. Ribuan perempuan memilih untuk menggugat suaminya, menandai tren perceraian yang semakin tinggi.

Pengadilan Agama Cibadak mencatat 2.047 perkara pernikahan yang masuk meja hijau pada tahun 2026, dan 1.739 perkara sudah diputus. Angka ini menunjukkan ledakan kasus yang signifikan, terutama di bulan Mei.

"Tercatat ada 1.531 perkara Cerai Gugat (diajukan istri) dan 337 perkara Cerai Talak (diajukan suami). Ada kenaikan sekitar 300-an perkara dibanding periode sebelumnya," ungkap Aji Sucipto, Panitera Muda Hukum PA Cibadak dalam keterangan tertulisnya, Senin 18 Mei 2026.

Alasan di berkas gugatan biasanya perselisihan dan pertengkaran terus-menerus. Namun, ketika hakim menggali fakta persidangan, judi online dan pinjaman online muncul sebagai pemicu utama. Mayoritas persidangan kini didominasi oleh istri yang tidak tahan dengan perilaku suami.

Lingkaran setan judi dan pinjol paling banyak menghancurkan pasangan muda. Finansial yang belum matang, ditambah kecanduan judi, membuat rumah tangga baru cepat runtuh. Ini terlihat jelas di wilayah utara Sukabumi, yang menjadi penyumbang terbesar perceraian usia muda.

Wilayah utara mencakup Cibadak, Cisaat, Kadudampit, Nagrak, Cidahu, Cicurug, dan sekitarnya. Data menunjukkan dominasi kasus di daerah-daerah tersebut, menandakan pola yang perlu diwaspadai.

Pengadilan mengaku kewalahan mendamaikan pasangan. Proses mediasi formal yang dilakukan di pengadilan mencatat keberhasilan kurang dari 1 persen. Mayoritas pasangan sudah bubar sebelum mengajukan gugatan, sehingga banyak kasus diputus secara verstek atau tanpa kehadiran tergugat.

"Mediasi sudah maksimal, tapi tidak bisa membantu banyak. Karena rata-rata mereka memang sudah terjadi kesepakatan cerai di luar pengadilan," tambah Aji. Ia menegaskan bahwa Pengadilan Agama berada di posisi hilir, hanya menerima imbas dari kerusakan ketahanan keluarga di masyarakat.

Aji mendorong instansi terkait dan pemerintah daerah untuk lebih peka dan turun ke lapangan sebelum terlambat. Tugas pokok dan fungsi di masyarakat secara langsung ada pada peran penyuluh agama (KUA) dan pemerintah daerah setempat. Mereka harus hadir guna meminimalisir terjadinya perceraian.

Masalah judi online dan pinjaman online terus memecah belah rumah tangga di Sukabumi. Upaya mediasi terbatas, sehingga peran penyuluh agama dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mencegah perceraian yang semakin meluas.

judi onlinepinjaman onlineperceraianrumah tanggaSukabumipengadilan agamamediasiKUA

Komentar

Memuat komentar...