Kabinet Merah Putih: Menteri Lingkungan, Pangan, Komunikasi Baru

Ningsih R. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Kabinet Merah Putih: Menteri Lingkungan, Pangan, Komunikasi Baru

Gambar atau konten salah?

27 April 2026 di Istana Negara, Jakarta, suasana berbeda dari biasanya. Deretan kendaraan hitam pejabat tinggi negara terparkir rapi menunggu agenda penting Presiden Prabowo Subianto. Ia akan melantik sejumlah menteri dan kepala badan dalam Kabinet Merah Putih. Pelantikan ini menandai langkah penyegaran organisasi pemerintahan, mulai dari lingkungan, pangan, hingga komunikasi publik.

Perubahan ini diatur melalui Keputusan Presiden Nomor 51 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih periode 2024‑2029. Keputusan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk menata ulang struktur lembaga agar lebih responsif terhadap tantangan nasional.

Berikut susunan pejabat yang baru dilantik: Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup; Hanif Faisol Nurofiq menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan; Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP); Muhammad Qodari beralih tugas dari KSP menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom); Hasan Nasbi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi; dan Abdul Kadir Karding menjadi Kepala Badan Karantina Indonesia.

Mohammad Jumhur Hidayat dikenal sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Dengan latar belakang aktivis buruh, ia kini mengemban tugas menegakkan kebijakan lingkungan yang lebih inklusif. Penempatan Jumhur di sektor lingkungan menandai upaya pemerintah memperkuat hubungan antara pekerja dan kebijakan hijau.

Hanif Faisol Nurofiq, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, kini berperan sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Pergeseran ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional, mengingat peran penting sektor pangan dalam stabilitas ekonomi.

Dudung Abdurachman, mantan KSAD, kini resmi menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Peran ini menempatkannya di pusat pengambilan keputusan strategis, memfasilitasi koordinasi antara lembaga pemerintah dan Presiden.

Posisi Kepala KSP yang sebelumnya dipegang oleh Muhammad Qodari kini dialihkan ke Bakom. Qodari beralih tugas menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, menandai pergeseran fokusnya dari staf kepresidenan ke pengelolaan komunikasi publik.

Hasan Nasbi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi. Ia akan mendampingi langkah-langkah strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada publik, memastikan pesan kebijakan tersampaikan secara jelas.

Abdul Kadir Karding, yang sebelumnya menjabat di sektor lain, kini menjadi Kepala Badan Karantina Indonesia. Posisi ini penting untuk memperketat pengawasan lalu lintas komoditas di pintu masuk wilayah Indonesia, melindungi sumber daya hayati dan kesehatan masyarakat.

Perubahan di sektor lingkungan dan pangan menegaskan strategi pemerintah untuk menyeimbangkan isu keberlanjutan alam dengan stabilitas pangan. Dengan memasukkan figur aktivis buruh ke dalam kementerian lingkungan, pemerintah berharap dapat menciptakan kebijakan yang lebih representatif.

Reorganisasi di lingkaran inti Istana mencakup penguatan manajemen staf dan badan komunikasi pemerintah. Dudung Abdurachman sebagai KSP, Muhammad Qodari di Bakom, dan Hasan Nasbi sebagai penasihat khusus menandai pergeseran fokus ke komunikasi dan koordinasi internal.

Pelantikan Kepala Badan Karantina menyoroti pentingnya pengawasan komoditas. Abdul Kadir Karding akan mengawasi proses impor dan ekspor barang, memastikan tidak ada bahan berbahaya masuk ke pasar domestik.

Acara pelantikan dimulai dengan kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya. Prosesi sumpah dilaksanakan secara khidmat, diikuti oleh pembacaan sumpah jabatan oleh Presiden Prabowo. Ia memandu langsung pembacaan sumpah yang diikuti secara serempak oleh para pejabat yang dilantik.

"Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang‑undangan dengan selurus‑lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik‑baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab."

Pelantikan dihadiri oleh pejabat tinggi negara: Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, serta jajaran Menteri Koordinator seperti Zulkifli Hasan, Yusril Ihza Mahendra, Airlangga Hartarto, dan AHY. Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga hadir menyaksikan prosesi tersebut.

Setelah prosesi sumpah berakhir, para pejabat baru langsung menerima ucapan selamat dari Presiden dan jajaran undangan lainnya. Suasana penuh rasa hormat dan harapan akan masa depan pemerintahan.

Perubahan ini menandai langkah strategis pemerintah untuk menyesuaikan struktur lembaga dengan kebutuhan zaman. Dengan melibatkan tokoh-tokoh berpengalaman dan latar belakang yang beragam, pemerintah berharap dapat memperkuat kebijakan di bidang lingkungan, pangan, dan komunikasi publik, sekaligus menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat melalui pengawasan komoditas yang ketat.

Pelantikan Prabowo SubiantoKabinet Merah PutihKeputusan Presiden 51 P/2026Kementerian Lingkungan HidupKepala Badan Karantina IndonesiaKomunikasi PemerintahAktivis Buruh KSPSI

Komentar

Memuat komentar...