Karbohidrat Ubi Bikin Kentut Bau, Bukan Daging, Ungkap Dokter
Gambar atau konten salah?
Idul Adha selalu identik dengan pesta olahan daging. Menu andalan setelah pembagian kurban biasanya berupa sate, gulai, tongseng dan rendang. Setelah makan, banyak orang mengeluhkan perut terasa lebih aktif, sehingga kentut mereka menjadi lebih bau dari biasanya.
Apakah benar asupan daging membuat kentut lebih bau? dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH dan konsultan gastroentologi, hepatologi di Mayapada Hospital, menjawab pada 21 Mei 2026 bahwa daging bukan penyebab bau kentut.
"Justru kentut lebih bau itu terjadi bila kita banyak mengonsumsi karbohidrat, contohnya ubi," kata dr Aru saat berbincang.
Menurutnya, karbohidrat akan dipecah oleh kuman yang ada di usus. Mikroba tersebut mengubahnya menjadi gas, dan gas tersebut menjadi biang kerok bau kentut.
"Ubi itu akan menyebabkan proses karbohidrat yang dipecah dalam usus itu lebih banyak. Kemudian oleh kuman-kuman usus, karbohidrat itu dicerna dan diubah menjadi gas, terutama gas sulfur dan itu yang menyebabkan bau," tutupnya.
Jadi, meski daging sering dianggap penyebab bau, sebenarnya karbohidrat seperti ubi yang memicu produksi gas sulfur di usus. Penjelasan ini menegaskan bahwa kebiasaan makan karbohidrat berlebih lebih berhubungan dengan bau kentut daripada konsumsi daging.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
