Karding Dilantik Jadi Kepala Badan Karantina Indonesia

Dwi H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 100 dibaca
Bisik.id
Karding Dilantik Jadi Kepala Badan Karantina Indonesia

Gambar atau konten salah?

Abdul Kadir Karding resmi dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) pada Senin sore, 27 April 2026. Penunjukan ini menjadi bagian dari penguatan struktur pemerintahan dalam Kabinet Merah Putih periode 2024‑2029. Proses pelantikan berlangsung dengan protokol kenegaraan yang baku, di mana Karding bersama lima pejabat lainnya mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden dan jajaran pimpinan lembaga tinggi negara.

Acara di Istana Negara dimulai dengan pembacaan sumpah yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Karding mengucapkan: “Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang‑undangan dengan selurus‑lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik‑baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab.

Keputusan ini didasarkan pada Keputusan Presiden yang dibacakan sesaat sebelum pengambilan sumpah. Saksi penting hadir, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, serta sejumlah Menteri Koordinator dan pimpinan TNI‑Polri. Kehadiran mereka menegaskan legitimasi dan pentingnya jabatan baru ini.

Karier politik Karding dimulai sejak usia muda. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Tengah pada Pemilu 1999, saat usianya baru 26 tahun. Selama tiga periode di DPR RI sejak 2009, ia memegang posisi strategis, termasuk Ketua Komisi VIII yang menangani bidang agama dan sosial, serta Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2016‑2019.

Di tingkat eksekutif, Karding pernah menjabat sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) pada Oktober 2024. Pengalaman ini memberi gambaran tentang kebijakan migrasi dan perlindungan tenaga kerja, dua bidang yang seringkali berhubungan dengan regulasi karantina dan keamanan perbatasan.

Pendidikan menjadi fondasi kuat bagi kepemimpinannya. Ia lulus sarjana di jurusan Perikanan Universitas Diponegoro (Undip) dan meraih gelar Magister Administrasi Publik di universitas yang sama. Pada tahun 2025, ia menempuh jenjang pendidikan doktor Ilmu Pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Selama kuliah, Karding aktif sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan Undip dan Ketua I PMII Jawa Tengah.

Selain akademik, Karding juga aktif dalam organisasi alumni. Sejak 2022, ia dipercaya sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Alumni Undip (IKA). Peran ini menegaskan kemampuannya dalam membangun jaringan dan memimpin kelompok profesional.

Penunjukan Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia membawa harapan baru bagi penguatan pengawasan komoditas di pintu masuk wilayah kedaulatan negara. Lembaga ini memiliki tugas teknis namun strategis, mengawasi barang masuk, kesehatan, dan keamanan. Pengalaman panjang Karding, mulai dari parlemen daerah hingga kursi menteri, menjadi modal penting untuk mengelola lembaga ini.

Pelantikan ini juga menandai kelanjutan perjalanan politik Karding, yang telah lama dikenal aktif di berbagai tingkatan pemerintahan. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman organisasi yang luas, ia diharapkan dapat membawa pendekatan yang terstruktur dan berorientasi pada kepatuhan hukum.

Secara keseluruhan, pelantikan Abdul Kadir Karding menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat struktur pemerintahan dan menempatkan profesional berpengalaman di posisi strategis. Dengan latar belakang yang beragam, ia diharapkan dapat menavigasi tantangan teknis dan kebijakan yang kompleks di Badan Karantina Indonesia.

Abdul Kadir KardingKepala Badan Karantina IndonesiaKabinet Merah PutihPemerintahan IndonesiaKarantinaMigrasi

Komentar

Memuat komentar...