Karipap Penjara Kajang Viral: Camilan Kari Kentang Binaan

Sinta R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Karipap Penjara Kajang Viral: Camilan Kari Kentang Binaan

Gambar atau konten salah?

Karipap, camilan pastry gurih khas Malaysia, kini menjadi perbincangan hangat setelah terungkap asalnya berasal dari warga binaan Penjara Kajang, Malaysia. Setiap hari, aroma karipap yang renyah menembus tembok tinggi penjara, menarik minat pengunjung yang ingin mencicipinya.

Karipap, atau curry puff, mirip pastel dengan kulit yang renyah dan isian kari kentang, ayam, daging sapi, atau kambing. Di Penjara Kajang, karipap ini dikenal dengan sebutan “karipap pusing” karena kulitnya berlapis spiral. Isiannya melimpah, membuat setiap gigitan terasa memuaskan.

Keunikan karipap ini terletak pada proses pembuatannya yang dilakukan oleh para warga binaan. Program masak dan produksi makanan di penjara tidak hanya menghasilkan camilan lezat, tetapi juga memberi kesempatan bagi para narapidana untuk belajar keterampilan baru dan menumbuhkan harapan setelah kebebasan.

Popularitas karipap ini melonjak setelah seorang pengguna Threads bernama @Kikinnnb_ bertanya apakah masyarakat umum diperbolehkan masuk ke area Penjara Kajang hanya untuk membeli karipap viral tersebut. Pertanyaan sederhana itu menarik perhatian banyak netizen, terutama setelah akun resmi Jabatan Penjara Malaysia memberikan jawaban yang santai dan mengundang tawa.

Bisa langsung masuk ke Penjara Kajang dan beritahu petugas di pos jaga kalau ingin ke Prismart Kajang Prison membeli karipap kari kambing,” tulis pihak penjara. Mereka juga menambahkan candaan, “Kalau karipapnya enak, jangan terlalu disebarluaskan, nanti tidak kebagian.

Balasan ringan ini membuat publik semakin penasaran. Banyak netizen mengaku varian kari kambing menjadi yang tersulit didapat karena jumlahnya terbatas dan peminatnya terlalu banyak. Harga karipap di Prismart berkisar antara Rp 42.000 hingga Rp 58.000 per buah, yang dianggap terjangkau bagi banyak orang.

Di antara komentar, beberapa netizen bercanda rela “masuk dua atau tiga tahun ke Penjara Kajang” demi mempelajari resep rahasia karipap tersebut. Ada juga yang menyebut camilan ini layak mendapat penilaian Michelin karena terlalu terkenal. Namun di balik viralnya karipap itu, banyak netizen melihat sisi kemanusiaan yang menyentuh.

Program produksi makanan di penjara tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membuka peluang bagi warga binaan untuk berjualan di Prismart. Selain karipap, pengunjung dapat membeli aneka produk lain seperti makanan beku, kain batik, dan songket tenun yang dibuat oleh para narapidana.

Karipap Penjara Kajang menjadi contoh bagaimana kegiatan kreatif di lingkungan penjara dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Dari rasa yang menggoda hingga peluang belajar, cerita ini menyoroti potensi positif yang dapat muncul bahkan di tempat yang tidak terduga.

KaripapPenjara KajangWarga BinaanPrismartResep KaripapNetizenKegiatan Kreatif

Komentar

Memuat komentar...