Keamanan Desa Jambu Terjaga lewat Nongkrong di Pos Ronda
Gambar atau konten salah?
Di Desa Jambu, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, rumah-rumah megah menjorok berdiri menara di tengah hamparan sawah. Meskipun pemiliknya sering merantau dan jarang pulang, desa tetap aman. Bagaimana? Warga mengatur keamanan secara spontan, tanpa jadwal ronda resmi.
Di sini, tidak ada siskamling yang terjadwal. Pengawasan dilakukan ketika warga berkumpul di pos kamling, tempat biasa mereka nongkrong sambil berbincang. Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasi Kesra) Desa Jambu, Enno Carsono menjelaskan bahwa warga biasanya menumpuk di pos ronda hingga larut malam. Kebiasaan ini sekaligus menjadi cara sederhana menjaga lingkungan.
“Kalau siskamling yang istilahnya terjadwal sih enggak. Cuma biasanya warga inisiatif saja, sambil nongkrong‑nongkrong di pos kamling sekalian jaga keamanan,” kata Enno saat ditemui pada 05 Maret 2026. Menurutnya, kebiasaan warga berkumpul di pos ronda cukup efektif menjaga situasi desa tetap aman. Bahkan mereka bisa bertahan hingga dini hari. “Ada yang nongkrong sampai jam satu atau jam dua malam sambil ngobrol,” ujarnya.
Enno menambahkan bahwa kasus kejahatan di Desa Jambu sangat jarang. “Kalau kejadian kriminal, alhamdulillah jarang. Paling mungkin pernah satu kali ada pencurian motor atau apa, tapi itu juga tidak sering,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa meski banyak bangunan besar, potensi tindak kejahatan bisa terjadi, namun hingga kini kasus semacam itu sangat minim.
“Kalau dilihat kan gedung‑gedung rumahnya besar‑besar, tapi tindakan kriminal minim. Jadi dianggapnya kategori aman lah di sini,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keamanan tidak harus melalui jadwal ronda resmi. Kebersamaan dan kebiasaan berkumpul di pos kamling justru menjadi cara sederhana yang efektif untuk memastikan kampung tetap aman hingga larut malam.
Dengan pola ini, warga Desa Jambu mampu menjaga keamanan tanpa sistem formal. Kebersamaan menjadi kunci, dan hasilnya terlihat: rumah-rumah megah tetap aman, dan kejadian kriminal tetap minim. Pendekatan sederhana ini menunjukkan bahwa keamanan desa dapat terjaga melalui kebiasaan sosial, bukan hanya prosedur resmi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
