Kebakaran Rumah Hadi Mulyono di Cepogo, Boyolali Menyerang

Fajar H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Kebakaran Rumah Hadi Mulyono di Cepogo, Boyolali Menyerang

Gambar atau konten salah?

Kebakaran melanda rumah warga di Cepogo, Boyolali pada 05 Mei 2026. Rumah tersebut kosong saat pemiliknya, Hadi Mulyono berusia 61 tahun, pergi ke ladang. Api mulai menyala di belakang rumah, diduga karena sampah kayu yang dibakar.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Tetangga pertama kali mendengar suara letupan kecil dari kayu yang terbakar. Kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi ke langit. Seorang saksi, Maryadi, melaporkan:

"Tadi cuma dengar suaranya (letupan), tak kira ada yang membakar apa itu, bambu gitu. Ternyata api itu sudah gede banget (merembet membakar rumah korban),"

Maryadi sedang menaikkan batako di sebelah barat rumah ketika ia melihat asap. Ia segera berlari ke rumah, menelusuri keadaan kosong, lalu mengajak tetangga lain untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Begitu, kejadian langsung dilaporkan ke Damkar Boyolali.

Menurut Hadi Mulyono, ia memang membakar sampah di belakang rumah sebelum pergi ke ladang. Ia berkata:

"Kulo dadek geni, terus kulo tinggal teng tegal. Jane nggih sampun mati, rumaos kulo, ning sajake nggih dereng nyata murup meneh (Saya membuat api, terus saya tinggal ke ladang. Setahu saya sudah padam, tapi kelihatannya belum karena ternyata membara lagi),"

Api kemudian merembet ke bagian dapur, memakan atap dan sebagian ruang tengah. Beberapa peralatan rumah tangga ikut hangus. Jati Patitis, petugas Damkar Satpol PP Kabupaten Boyolali, segera datang ke lokasi. Ia menjelaskan bahwa satu unit Damkar dikerahkan untuk menenangkan situasi.

Investigasi menyebutkan sumber api berasal dari sampah kayu yang dibakar. Jati menambahkan, “Terus mengenai potongan karet (bungkus) kabel, sehingga merembet, menyebar ke dapur.” Bagian yang terbakar adalah dapur di belakang rumah, atapnya habis terbakar, dan sebagian atap ruang tengah. Beberapa peralatan rumah tangga juga ikut hangus.

Para tetangga dan petugas Damkar bekerja sama memadamkan api. Meskipun rumah sudah kosong, kerusakan parah tetap terjadi. Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan saat membakar sampah, terutama di daerah pedesaan. Masyarakat di Cepogo kini lebih berhati-hati dalam mengelola limbah rumah tangga.

Kebakaran rumahCepogoBoyolaliSampah kayuDamkarAtap terbakarPengelolaan limbahHadi Mulyono

Komentar

Memuat komentar...