Kekurangan Sekolah di 5 Kecamatan Semarang: Tanah Belum Tersedia
Gambar atau konten salah?
Pada 03 Juni 2026, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Sunarto, mengungkapkan bahwa masih ada lima kecamatan di Kota Semarang yang belum memiliki SMA atau SMK negeri. Kecamatan tersebut adalah Gajahmungkur, Candisari, Gayamsari, Semarang Timur, dan Tugu. Penyebab utama adalah belum adanya lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan sekolah negeri di wilayah tersebut.
Ia menyatakan, “Gajahmungkur, Candisari, Gayamsari, Semarang Timur, dan Tugu. Ada lima (kecamatan yang belum memiliki SMA/SMK),” ketika ia berbicara di Kantor Disdikbud Jateng, Kecamatan Semarang Tengah. Sunarto menegaskan bahwa pemerintah memang memiliki rencana untuk menambah sekolah negeri di daerah yang belum terlayani, namun sampai kini realisasi pembangunan masih terkendala ketersediaan lahan. “Rencana mau dibangun SMA/SMK. Tapi belum, belum, intinya nunggu tanah,” ujarnya.
Secara umum, Sunarto menyebut masih terdapat 21 kecamatan di Jawa Tengah yang belum memiliki SMA atau SMK negeri. “Ada 21 kecamatan, ini kan tidak ada SMA negeri, SMK negeri gitu, tapi ada swasta,” tambahnya. Sebelumnya, ada 24 kecamatan, tetapi beberapa sudah berkurang karena ada sekolah baru yang berdiri.
Untuk mengakomodasi lulusan SMP dari wilayah tersebut, Disdik Jateng memberikan kuota domisili khusus dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. “Masih ada 21 kecamatan yang blank spot. Dulu 24 kecamatan, tetapi beberapa sudah berkurang karena ada sekolah baru yang berdiri,” jelasnya. Selain kecamatan yang belum memiliki sekolah negeri, Disdik Jateng tahun ini juga menambah kebijakan domisili khusus bagi 49 desa dan kelurahan yang tanah kas desanya digunakan untuk pembangunan SMA/SMK negeri. “Mereka bisa mengikuti seleksi di situ menggunakan parameter usia. Jadi tidak menggunakan jarak, tidak menggunakan nilai, tetapi menggunakan usia,” ucapnya. “Ada 49 wilayah kelurahan. Ini tahun yang lalu nggak ada. Tahun yang lalu itu domisili khusus hanya diberikan kepada wilayah kecamatan yang belum berdiri SMA/SMK,” lanjutnya.
Pelaksanaan SPMB SMA/SMK Jateng 2026/2027 telah dimulai pada 03 Juni 2026 dengan tahapan pengajuan akun hingga 12 Juni. Pendaftaran sekolah dibuka pada 15‑18 Juni 2026, sedangkan hasil seleksi diumumkan pada 21 Juni 2026. Perkiraan lulusan SMP ini di angka 567.500‑an. Tahun ini, daya tampung kita 231.724.
Data menunjukkan terdapat 366 SMA negeri dan 238 SMK negeri di Jawa Tengah. Jumlah tersebut setara sekitar 40,83 persen dari total lulusan SMP sederajat di Jateng. (apu/apu)
Dengan masih banyak wilayah yang belum memiliki sekolah negeri, pemerintah menunggu lahan yang memadai agar rencana pembangunan dapat segera terwujud. Sementara itu, kebijakan domisili khusus memberi peluang bagi siswa dari desa dan kelurahan tertentu untuk mengikuti seleksi tanpa harus mempertimbangkan jarak atau nilai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Siswi SMK Klaten Ditemukan di Kos Kakaknya
Truk Mercy Mogok di Jembatan Sayung, Macet 4,3 Km
Kuntadi Diusulkan Jadi Jampidsus Baru
Embun Beku Kembali Selimuti Puncak Merbabu, Suhu Capai Minus 1 Derajat
Dua Pejabat Sukoharjo Ditunjuk Gantikan Kepala OPD Tersangka
37 Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda Jateng
Berita Terbaru
Nelayan Diseret Buaya Saat Memanah Ikan di Pasangkayu
Polres Tuban Resmi Naik Status Jadi Polresta
Skrining Jantung Bisa Cegah Risiko Akibat Begadang
2.000 KK di Pulau Pagerungan Kecil Segera Nikmati Listrik PLN
Bupati Klungkung Siap Deportasi Turis Nakal di Nusa Penida
Scaloni Minta Fokus ke Sepakbola
Kemenag Dapat Tambahan Rp5,78 Triliun untuk TPG Guru dan Dosen
S&P Akui Independensi BI, Peringkat Utang Stabil
