Kelima Pasar Tradisional Korea Favorit Turis Indonesia

Andi B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Kelima Pasar Tradisional Korea Favorit Turis Indonesia

Gambar atau konten salah?

Indonesia banyak penggemar wisata ke Korea Selatan, terutama karena musik, budaya, dan kuliner yang menarik. Di antara banyak hal yang dapat dinikmati, pasar tradisional menjadi tempat yang paling digemari para turis untuk mencicipi makanan kaki lima.

Berikut lima pasar tradisional yang menjadi favorit bagi para pecinta kuliner. Setiap pasar memiliki sejarah dan keunikan tersendiri, serta menawarkan berbagai jajanan yang tak boleh dilewatkan.

  • Pasar Gwangjang
  • Pasar Dongdaemun
  • Pasar Namdaemun
  • Pasar Tongin
  • Pasar Ikan Noryangjin

Pasar Gwangjang adalah pasar tradisional tertua dan terbesar di Seoul. Pasar ini didirikan pada tahun 1905 dan sejak itu menjadi pusat perdagangan kebutuhan rumah tangga serta makanan khas Korea. Di sini, pengunjung dapat menemukan tteokbokki, odeng, japchae, sundae, jokbal, kalguksu, dan bindaetteok. Ada juga gurita mentah (sannakji) yang disajikan segar, siap disantap. Kelebihan pasar ini terletak pada kedai kalguksu milik Cho Yoonsoon, Gohyang Kalguksu, yang pernah muncul dalam dokumentasi video acara Netflix “Street Food: Asia”.

Pasar Dongdaemun juga terletak di Seoul dan didirikan pada tahun 1905. Pasar ini terkenal dengan ragam kuliner kaki lima, seperti corn dog, donat goreng, hotteok, dan twigim. Selain itu, Dongdaemun berfungsi sebagai pasar grosir dan eceran, menawarkan oleh‑oleh dengan harga terjangkau. Pasar ini buka sepanjang hari, sehingga pengunjung dapat menikmati makanan sambil berbelanja.

Pasar Namdaemun menjadi pusat oleh‑oleh di Korea Selatan. Pasar ini telah berdiri sejak era Dinasti Joseon, yaitu tahun 1414. Di pasar ini, pengunjung dapat menemukan tteokbokki, odeng, dan berbagai lauk khas Korea. Namdaemun buka dari pagi hingga malam, cocok bagi yang ingin menikmati kuliner sekaligus membeli barang oleh‑oleh.

Pasar Tongin merupakan pasar tertua di Seoul yang didirikan pada tahun 1941. Terletak berdekatan dengan Gyeongbokgung Palace, pasar ini menonjol karena sistem pembayaran uniknya. Pengunjung tidak menggunakan uang biasa; mereka menukar uang senilai 5.000 won menjadi 10 koin zaman dulu, yang kemudian digunakan untuk membeli makanan di pasar. Konsep ini menambah pengalaman berbelanja yang berbeda bagi para wisatawan.

Pasar Ikan Noryangjin terletak di Distrik Dongjak, Seoul, dan merupakan pusat grosir serta eceran seafood terbesar di kota tersebut. Lantai pertama pasar ini didedikasikan untuk penjualan aneka seafood. Setelah membeli, pengunjung dapat membawa barang ke restoran di lantai kedua, di mana mereka dapat menikmati sashimi, seafood kukus, atau sup ikan pedas (maeuntang). Harga masakan di restoran ini sekitar 4.O00 KRW (Rp 47.046) per orang.

Selain keunikan kuliner, pasar-pasar ini juga menawarkan suasana tradisional yang kental, menampilkan arsitektur dan cara berbelanja yang berbeda dari pasar modern. Bagi para wisatawan yang ingin merasakan otentik budaya Korea, pasar tradisional menjadi pilihan utama.

Dengan sejarah yang panjang, variasi makanan yang melimpah, dan suasana yang hidup, kelima pasar tradisional ini menjadi destinasi penting bagi siapa saja yang berkunjung ke Korea Selatan. Mereka tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga pengalaman budaya yang mendalam, menjadikan setiap kunjungan lebih dari sekadar sekadar belanja.

Pasar tradisionalSeoulKorea Selatankuliner kaki limatteokbokkiDongdaemunNamdaemunNoryangjin

Komentar

Memuat komentar...