Kemacetan Berat di Jalan Cileunyi Menuntut Flyover
Gambar atau konten salah?
Jalan Raya Cileunyi di pagi hari terlihat padat. Sepeda motor, mobil, dan kendaraan lain menunggu giliran. Setiap hari, mobilitas masyarakat membuat jalan ini penuh.
Padatnya arus lalu lintas tidak hanya karena banyak kendaraan, tetapi juga karena banyaknya mobil keluar-masuk kawasan permukiman. Kondisi ini memperlambat perjalanan, karena pengendara harus bergantian menunggu.
Jalan ini tidak hanya dipakai warga Bandung, tapi juga menjadi akses utama bagi orang dari Tasikmalaya, Garut, Cirebon, dan Sumedang menuju Kota Bandung. Arus semakin padat ketika banyak bus dan angkutan umum jenis elf lewat di luar jalur reguler.
Para pengendara terus mengungkapkan keinginan agar jalan menjadi lebih lancar. Salah satu solusi yang diharapkan adalah pembangunan flyover di jalur Cileunyi-Cibiru. "Saya ingin ada flyover supaya tidak terus terjebak kemacetan," ujar Marwan (37), Selasa (21/4/2026).
Marwan menilai, keberadaan flyover di Kota Bandung sudah terbukti membantu. Ia berharap infrastruktur serupa juga dibangun di wilayah Cileunyi-Cibiru. "Di Kota Bandung sudah banyak flyover dan cukup membantu. Di Kabupaten Bandung belum ada. Mudah-mudahan bisa dibangun di Cileunyi karena jalur ini sangat krusial. Selain pagi, sore hari juga sering macet," katanya.
Keluhan serupa disampaikan Deden (26), pengemudi ojek daring. Ia sering menghindari pesanan ke arah Cibiru karena kemacetan yang kerap terjadi. "Paling malas dapat pesanan ke Cibiru. Kemacetannya cukup parah. Biasanya dipicu kendaraan yang keluar-masuk, seperti dari arah UPI Cibiru, Ciguruwik, dan Cibiru Hilir," ujarnya.
Deden menjelaskan, aktivitas keluar-masuk kendaraan di titik-titik seperti Griya Cinunuk dan Borma turut memperlambat arus lalu lintas. "Kalau ada flyover, pengendara yang menuju Cibiru bisa lebih lancar tanpa terjebak macet. Semoga harapan ini bisa didengar pemerintah," tutupnya.
Situasi ini menandai kebutuhan akan solusi infrastruktur di daerah yang menjadi penghubung antarwilayah. Peningkatan fasilitas seperti flyover dapat mengurangi kemacetan dan mempercepat perjalanan warga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
