Kematian 2 Anak Harimau Bandung Memicu Aksi Megawati

Cahyo S. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Kematian 2 Anak Harimau Bandung Memicu Aksi Megawati

Gambar atau konten salah?

Bandung, 30 Maret 2026 – Kematian dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara, di Kebun Binatang Bandung menimbulkan keprihatinan luas. Pihak berwenang dan masyarakat menilai kejadian ini menandai krisis tata kelola yang sudah berlangsung lama di fasilitas tersebut.

Dalam situasi ini, mantan Presiden RI ke‑5 sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengirimkan instruksi kepada jajaran partai di Jawa Barat. Ia meminta mereka turun tangan untuk mencari solusi atas masalah yang membelit kebun binatang tersebut. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kesejahteraan satwa di tengah konflik yang terus berlanjut.

“Ibu Ketua Umum secara khusus memberikan arahan dan instruksi khusus agar konflik Bandung Zoo yang berkepanjangan tidak mengorbankan kesejahteraan hewan‑hewan,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, pada Senin (30 Maret 2026).

Ono mengungkapkan bahwa Megawati, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, menawarkan beberapa opsi penanganan. Di antaranya adalah kerja sama perawatan satwa dengan Kebun Binatang Ragunan atau Kebun Binatang Surabaya, serta kemungkinan pemindahan hewan ke dua lembaga konservasi tersebut sebagai langkah penyelamatan.

“Pasca matinya dua ekor anak harimau Benggala Huru dan Hara awal pekan lalu, menurut Bu Mega opsi pemindahan hewan membutuhkan waktu yang lama namun tetap harus dilakukan sambil berjalan,” ungkapnya.

Megawati juga mendorong upaya penggalangan donasi melalui semangat gotong royong. Ia mengusulkan skema “bapak atau ibu asuh” bagi satwa, guna membantu pembiayaan kebutuhan pakan, penanganan kesehatan, serta kebersihan lingkungan kebun binatang.

“Perintah langsung Ibu Ketum, seluruh kader PDI Perjuangan baik di legislatif dan eksekutif akan bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan pakan dan juga penanganan kesehatan. Kemarin, saya sudah berdiskusi dengan pihak manajemen untuk menanyakan secara detail jumlah hewan dan kebutuhan pakan sesuai dengan jenisnya. Termasuk biaya yang diperlukan setiap bulan,” jelasnya.

Ono, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, menegaskan bahwa pihaknya akan mengoordinasikan pengumpulan dana gotong royong dari seluruh kader PDI Perjuangan di Jawa Barat, sesuai arahan Ketua Umum.

“Bu Mega bilang, kita itu jangan hanya duduk diam saja, keburu mati semua itu hewan‑hewan nanti Galang Donasi. PDI Perjuangan itu tidak hanya politik saja terus menerus tapi ini juga masalah hewan ini PDI Perjuangan itu care,” kata Ono.

Lebih lanjut, Ono menyampaikan bahwa Megawati menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar satwa, terutama terkait pakan dan layanan kesehatan. Ketersediaan tenaga dokter hewan juga menjadi perhatian serius dalam upaya perbaikan kondisi di Kebun Binatang Bandung.

Setelah kebutuhan dasar satwa terpenuhi, langkah berikutnya adalah merealisasikan opsi pemindahan hewan ke kebun binatang lain sebagai solusi jangka panjang. Sebagai bentuk konkret, DPD PDI Perjuangan Jawa Barat akan menggalang iuran rutin dari jajaran tiga pilar partai di seluruh wilayah Jawa Barat. Dana tersebut akan difokuskan untuk mendukung penyediaan pakan, penanganan kesehatan, serta kebersihan lingkungan kebun binatang.

Besaran iuran bervariasi, mulai dari Rp 500.000 per bulan untuk anggota DPRD kabupaten/kota hingga Rp 5.000.000 per bulan bagi Ketua DPD dan kepala daerah. Kebijakan ini direncanakan mulai berlaku pada April 2026.

“Kita semua harus memastikan hewan‑hewan di Bandung Zoo mendapatkan perawatan yang layak. Kementerian harus ambil langkah cepat, pindahkan seluruh hewan itu ke Kebun Binatang lain atau segera galang dana untuk memastikan kesejahteraan hewan diberikan dengan sebaik‑baiknya. Bila pemerintah tidak siap, maka masyarakat termasuk kami akan siap melakukannya,” pungkas Ono.

Insiden kematian Huru dan Hara menyoroti perlunya koordinasi antara lembaga pemerintah, partai politik, dan masyarakat dalam menjaga satwa publik. Upaya penggalangan dana dan pemindahan hewan menjadi langkah penting untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Kebun Binatang BandungHarimau BenggalaMegawati SoekarnoputriPDI PerjuanganDonasi satwaPemindahan hewanKesejahteraan satwa

Komentar

Memuat komentar...