Kematian Anak Harimau Hara di Kebun Binatang Bandung
Gambar atau konten salah?
Anak harimau benggala Hara, yang tinggal di Kebun Binatang Bandung, baru saja dilaporkan meninggal. Kematian ini terjadi setelah kematian saudaranya, Huru, beberapa hari sebelumnya.
Tidak ada detail lengkap mengenai penyebab kematian. Humas BBKSDA Jabar, Ery Mildranaya, mengonfirmasi bahwa dua anak harimau ini memang sudah meninggal. “Betul (kematian harimau kedua),” kata Ery melalui pesan singkat pada 26 Maret 2026. “Kami masih siapkan pers rilisnya,” tambahnya.
Huru dan Hara lahir pada 12 Juli 2025. Namun, laporan lain menyebutkan bahwa kedua anak tersebut juga lahir pada 12 April 2025. Keduanya berasal dari pasangan induk Shah Rukh Khan, berusia 22 tahun, dan Jelita, berusia 4,5 tahun.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan dugaan penyebab kematian Hara. Ia mengaku bahwa Hara mati karena terkena virus yang dibawa oleh induknya. “Jadi begini, induknya menjadi carrier virus. Ini virus khas keluarga kucing besar, keduanya sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan,” jelas Farhan pada 25 Maret 2026.
Farhan menambahkan bahwa virus yang menyerang Hara bernama panleukopenia. “Penyakit ini disebabkan oleh feline panleukopenia virus dan dapat menyebabkan penurunan sel darah putih. Virus ini memang khas pada kucing besar dan sulit diselamatkan jika sudah terinfeksi. Induknya sudah kebal, tetapi anaknya lemah. Detailnya akan saya tinjau langsung, kemungkinan hari Jumat,” katanya.
BBKSDA Jabar masih menyiapkan keterangan resmi terkait kejadian ini. Pihak kebun binatang menegaskan bahwa mereka sedang meninjau data medis dan akan merilis informasi lebih lanjut.
Kematian kedua anak harimau ini menyoroti risiko penyakit virus pada hewan peliharaan di kebun binatang. Penyakit panleukopenia, yang sering menyerang kucing besar, dapat menurunkan sel darah putih dan sulit diselamatkan jika sudah terinfeksi. Kejadian ini mengingatkan pentingnya pengawasan kesehatan hewan di fasilitas publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
