Kemenag Tampilkan Konversi April 2026: 7 Dzulqa'dah 1447

Dian P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
Kemenag Tampilkan Konversi April 2026: 7 Dzulqa'dah 1447

Gambar atau konten salah?

Hari ini, Sabtu 25 April 2026, menandai tanggal 7 Dzulqa'dah 1447 H. Bagi umat Islam yang ingin menyesuaikan jadwal ibadah atau hari penting keagamaan, mengetahui konversi antara kalender Masehi dan Hijriah menjadi hal yang penting.

Konversi tanggal ini disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Menurut data yang disediakan, bulan April 2026 mencakup dua bulan Hijriah, yaitu Syawal dan Dzulqa'dah. Berikut rincian lengkapnya:

  • 1 April 2026 – 12 Syawal 1447
  • 2 April 2026 – 13 Syawal 1447
  • 3 April 2026 – 14 Syawal 1447
  • 4 April 2026 – 15 Syawal 1447
  • 5 April 2026 – 16 Syawal 1447
  • 6 April 2026 – 17 Syawal 1447
  • 7 April 2026 – 18 Syawal 1447
  • 8 April 2026 – 19 Syawal 1447
  • 9 April 2026 – 20 Syawal 1447
  • 10 April 2026 – 21 Syawal 1447
  • 11 April 2026 – 22 Syawal 1447
  • 12 April 2026 – 23 Syawal 1447
  • 13 April 2026 – 24 Syawal 1447
  • 14 April 2026 – 25 Syawal 1447
  • 15 April 2026 – 26 Syawal 1447
  • 16 April 2026 – 27 Syawal 1447
  • 17 April 2026 – 28 Syawal 1447
  • 18 April 2026 – 29 Syawal 1447
  • 19 April 2026 – 30 Syawal 1447
  • 20 April 2026 – 1 Dzulqa'dah 1447
  • 21 April 2026 – 2 Dzulqa'dah 1447
  • 22 April 2026 – 3 Dzulqa'dah 1447
  • 23 April 2026 – 4 Dzulqa'dah 1447
  • 24 April 2026 – 5 Dzulqa'dah 1447
  • 25 April 2026 – 6 Dzulqa'dah 1447
  • 26 April 2026 – 7 Dzulqa'dah 1447
  • 27 April 2026 – 8 Dzulqa'dah 1447
  • 28 April 2026 – 9 Dzulqa'dah 1447
  • 29 April 2026 – 10 Dzulqa'dah 1447
  • 30 April 2026 – 11 Dzulqa'dah 1447

Perbedaan perhitungan antara kalender Masehi dan Hijriah berasal dari acuan astronomi yang berbeda. Kalender Masehi, yang dikenal sebagai kalender solar, menghitung tahun berdasarkan peredaran Bumi mengelilingi Matahari. Sementara itu, kalender Hijriah, yang merupakan kalender lunar, menghitung tahun berdasarkan peredaran Bulan mengelilingi Bumi.

Menurut penjelasan dari seorang ahli ilmu falak NU, KH Shofiyulloh, panjang satu tahun Masehi didasarkan pada siklus tropis Matahari, yaitu 365,2222 hari. Tahun tersebut dibagi menjadi 12 bulan dengan panjang yang bervariasi: Februari 28 atau 29 hari, April 30 hari, Mei 31 hari, dan seterusnya. Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun, kecuali tahun yang habis dibagi 100 namun tidak habis dibagi 400.

Di sisi lain, kalender Hijriah menghitung satu tahun melalui 12 siklus sinodis Bulan, yaitu 12 kali fase bulan yang sama atau hilal. Siklus sinodis Bulan rata-rata berlangsung 29,53 hari. Akibatnya, satu bulan Hijriah dapat memiliki 29 atau 30 hari, tergantung pada apakah hilal terlihat pada tanggal 29. Sehingga, satu tahun Hijriah bisa memiliki 354 atau 355 hari.

Perbedaan panjang tahun ini menjelaskan mengapa tanggal di kedua kalender tidak selalu sinkron. Pada bulan April 2026, misalnya, perubahan dari bulan Syawal ke Dzulqa'dah terjadi karena siklus bulan yang lebih singkat dibandingkan dengan siklus matahari.

Konversi ini menegaskan bahwa perbedaan antara kalender Masehi dan Hijriah bukan sekadar perbedaan nama bulan, melainkan hasil dari perbedaan acuan astronomi yang memengaruhi panjang tahun dan hari. Dengan memahami perbedaan ini, umat Islam dapat menyesuaikan jadwal ibadah dan kegiatan keagamaan secara akurat.

Kementerian Agamakalender Masehikalender HijriahSyawalDzulqa'dahkonversi tanggalilmu falak NU

Komentar

Memuat komentar...