Kemenhaji Tegaskan Penalti Maskapai Sering Delay Jemaah
Gambar atau konten salah?
Ketepatan terbang pesawat yang membawa Jemaah haji Indonesia menjadi fokus utama Kementerian Haji dan Umrah. Menteri Haji dan Umrah menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap maskapai yang sering mengalami penundaan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan hal itu di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, pada 02 Mei 2026. Ia berkata, “Kami, Pak Menteri (Haji dan Umrah) sudah memerintahkan supaya ada peringatan, ada penalti kepada maskapai, maskapai penerbangan supaya kemudian delay‑delay itu menjadi atensi,” menegaskan ia kepada wartawan.
Menurut Dahnil, peringatan dan penalti bagi maskapai yang mengalami delay harus menjadi perhatian khusus. “Pasalnya, delay keberangkatan Jemaah haji ke Tanah Suci, tentu akan mengganggu pelayanan hingga konsentrasi Jemaah. Waktu mereka banyak tersita dan juga melelahkan bagi Jemaah,” ujarnya. Ia menambahkan, “Karena (delay) itu pasti mengganggu pelayanan, juga mengganggu konsentrasi Jemaah, karena waktu mereka banyak tersisa, kemudian meletihkan. Sehingga delay‑delay itu harus menjadi apa perhatian khusus para maskapai.”
Pesawat yang mengalami delay seharusnya juga disertai layanan tambahan, seperti penginapan hotel untuk istirahat. “Kami akan peringatkan terus,” tegas Dahnil. Ia menekankan pentingnya persiapan pesawat cadangan.
Maskapai Garuda Indonesia dan Saudi telah menyiapkan pesawat cadangan untuk mengantisipasi kerusakan. “Jadi Garuda dan Saudi itu selalu tersedia pesawat cadangan. Jadi insyaallah kalau delay tidak lebih dari 2 hari, jadi bisa langsung berangkat setelah pesawat cadangannya datang,” ungkapnya.
Keseluruhan langkah ini bertujuan menjaga kenyamanan dan konsentrasi Jemaah haji, serta memastikan perjalanan ke Tanah Suci berjalan lancar tanpa gangguan berlebih.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
