Kenaikan Kasus Keracunan Makanan MBG di Tulung, Klaten
Gambar atau konten salah?
Di Kecamatan Tulung, Klaten, jumlah siswa dan guru yang diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkat. Pada 30 April 2026, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Anggit Budiarto, mengabarkan bahwa gejala semakin banyak namun belum banyak yang dirawat di fasilitas kesehatan.
“Bertambah yang bergejala namun tidak melakukan perawatan di fasilitas kesehatan. Ya muncul gejala tapi ringan,” jelas Anggit Budiarto, Kamis (30 April 2026) siang. Ia menambahkan bahwa jumlah siswa yang menunjukkan gejala naik dari 189 orang menjadi sekitar 500 orang.
“Kemarin 189 orang, tadi dilaporkan sekilas lebih dari 500 orang yang merasakan gejala. Tapi ini belum kami konfirmasi secara data riilnya,” kata Anggit. Ia menjelaskan bahwa konfirmasi data riil akan dilakukan bersama Puskesmas dan Dinas Pendidikan.
Di Puskesmas Majegan, Kecamatan Tulung, beberapa siswa sudah bersiap pulang menjelang zuhur. Mereka diantar keluarga menunggu jemputan. Tidak ada lagi siswa yang datang mengeluhkan sakit perut. Sementara di SMPN 1 Tulung, aktivitas berjalan seperti biasa.
Menurut Camat Tulung, Hendri Pamukas, jumlah siswa yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Jatinom juga bertambah. Dari semula hanya dua siswa, kini enam siswa yang dirawat inap.
“Di RS PKU dari informasi SPPG tadi malam ada penambahan jadi enam orang (sebelumnya dua orang),” ungkap Hendri. Ia juga menyebutkan bahwa di Puskesmas Majegan, ada penambahan satu orang siswa SD tadi malam, namun empat siswa sudah dipulangkan. “Hari ini tadi empat siswa dipulangkan. Yang lainnya kondisi membaik, pantauan terus kita lakukan,” lanjut Hendri.
Seorang siswi SMPN 1 Tulung, Intan, mengatakan hari ini diijinkan pulang karena kondisinya membaik. Gejala mual, pusing, dan diare sudah tidak ada. “Sudah enggak. Yang hari ini mau pulang ada empat orang,” ungkap siswi kelas VIII itu. Ia menambahkan, “Tadi malam cuma mual sedikit dan muntah sekali, sekarang sudah tidak lagi,” imbuhnya.
Tenaga epidemiologi Puskesmas Majegan, Wahyu Handoyo, menjelaskan bahwa dari penyelidikan di lapangan ada 17 sekolah penerima manfaat MBG. Ada 219 orang yang terlibat, termasuk 22 guru yang bergejala. “Gejala utama, kata Wahyu, mual dan pusing. Mulai dibawa ke layanan kesehatan sekitar pukul 07.00-08.00 WIB hari ini,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa gejala kemarin mulai dibawa ke klinik-klinik, dengan layanan jam 07.00 WIB dan 08.00 WIB.
Menu MBG yang disajikan kemarin adalah sop galantin. Sejak semalam hingga pagi ini, para siswa mengalami gejala mirip keracunan dan kemudian berdatangan ke fasilitas layanan kesehatan setempat.
Situasi ini menunjukkan bahwa meski jumlah gejala meningkat, sebagian besar siswa menunjukkan kondisi ringan dan banyak yang pulang setelah pemantauan. Namun, data riil masih dalam proses konfirmasi oleh pihak terkait.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
