Kendari Sambut UCLG ASPAC 2026, Tingkatkan Pariwisata Global

Ratna D. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Kendari Sambut UCLG ASPAC 2026, Tingkatkan Pariwisata Global

Gambar atau konten salah?

United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 dibuka di Kota Kendari pada 08 Mei 2026. Forum internasional ini mengumpulkan delegasi dari beragam negara di kawasan Asia Pasifik, memberi ruang bagi Kendari untuk memamerkan potensi daerahnya di panggung dunia.

Acara pembukaan dipenuhi keceriaan. Penari lokal menampilkan tarian nusantara yang memukau para tamu. Suasana meriah menandai hari Jumat, 08 Mei 2026, ketika para delegasi menyaksikan pertunjukan budaya yang menampilkan keberagaman Indonesia.

Dalam sambutannya, Siska Karina Imran, Wali Kota Kendari, menegaskan bahwa forum ini merupakan peluang berharga bagi Kendari untuk membangun jaringan kerja sama global. Ia mengatakan, “Hari ini kami tidak hanya membuka pintu kota kami, tetapi juga membuka hati kami. Kehadiran para delegasi adalah bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi Kota Kendari.”

Ia menambahkan bahwa Pemkot Kendari hadir bukan untuk menampilkan kesempurnaan, melainkan untuk membawa semangat belajar dan membangun kolaborasi bersama kota-kota lain di kawasan Asia Pasifik. Konsep pariwisata berkelanjutan yang diangkat dalam forum tidak hanya menyoroti pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menuntut tanggung jawab menjaga lingkungan dan budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. “Melalui forum ini kami ingin belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat kerja sama antar daerah demi pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wijayagus, menegaskan bahwa event ini lebih dari sekadar pertemuan kepala daerah. Ia menyatakan, “Pertemuan ini adalah momentum yang sangat krusial untuk mempererat solidaritas internasional dalam menghadapi tantangan global.” Ia menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai negara maritim dengan lebih dari 17 ribu pulau dan kekayaan alam yang besar. Potensi tersebut, menurutnya, menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Akhmad juga mengapresiasi Pemkot Kendari atas penyelenggaraan forum internasional yang melibatkan sumber daya lokal, termasuk para penari yang tampil pada acara pembukaan. Ia menegaskan, “Semua penarinya dari Kota Kendari dan penyelenggaraannya juga menggunakan kemampuan lokal. Ini membuktikan daerah mampu menjadi tuan rumah event internasional.”

Di sisi lain, Bernadia Irawati Tjandradewi, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, menegaskan bahwa Asia Tenggara kini menjadi salah satu kawasan tujuan wisata paling berkembang di dunia. Ia menekankan peran penting pemerintah daerah dalam memastikan pertumbuhan sektor wisata tetap berpihak pada masyarakat dan lingkungan. “Pemerintah daerah adalah ujung tombak dalam pengelolaan destinasi wisata, menjaga kebersihan, keamanan, dan memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi,” ujarnya.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, turut memperkenalkan potensi wisata dan budaya di hadapan delegasi internasional. Ia menampilkan destinasi unggulan seperti Pantai Nambo, Air Terjun Moramo, dan Pulau Labengki sebagai kekuatan wisata Bumi Anoa. Selain itu, Hugua memperkenalkan budaya khas Pulau Muna melalui layang-layang tradisional Kaghati Kolope, yang dikenal sebagai salah satu layang-layang tertua di dunia. Ia berharap forum ini menjadi pintu bagi Sulawesi Tenggara untuk semakin dikenal dunia internasional.

Pelaksanaan UCLG ASPAC di Kendari akan berlangsung beberapa hari, mencakup pertemuan eksekutif, forum investasi, kerja sama antar kota, festival budaya, dan pameran UMKM lokal yang melibatkan pelaku usaha dari berbagai daerah. Kegiatan ini menandai langkah penting bagi Kendari dan Indonesia dalam memperkuat posisi di arena global.

Forum ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas kota dan negara dapat memperkuat pembangunan berkelanjutan, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Indonesia ke mata dunia. Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat lokal, Kendari menunjukkan contoh nyata bagaimana kota kecil dapat menjadi tuan rumah acara internasional yang berdampak luas.

UCLG ASPACKendariPariwisata berkelanjutanBudaya nusantaraKolaborasi lintas kotaAsia PasifikIndonesia maritim

Komentar

Memuat komentar...