Kendari Tanam Pohon, Tanda Persahabatan UCLG ASPAC 2026

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Kendari Tanam Pohon, Tanda Persahabatan UCLG ASPAC 2026

Gambar atau konten salah?

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, bersama delegasi dari berbagai negara peserta United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 menanam pohon di Kebun Raya Kendari pada 7 Mei 2026. Penanaman ini menjadi simbol persahabatan global sekaligus komitmen bersama menjaga lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim.

Acara dimulai dengan penandatanganan prasasti pembangunan Tugu UCLG ASPAC. Bernadia Irawati Tjandradewi, Sekjen UCLG ASPAC, Hugua, Wakil Gubernur Sultra, dan Siska Karina Imran menandatangani prasasti tersebut. Siska menegaskan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan global yang harus dihadapi bersama seluruh kota di dunia.

“Siska mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan global yang harus dihadapi bersama seluruh kota di dunia.” Ia menekankan bahwa Kendari berkomitmen mendorong pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan pelestarian lingkungan. “Sebagai tuan rumah acara internasional ini, Kota Kendari berkomitmen untuk terus memajukan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan pelestarian lingkungan,” ujar Siska dalam keterangannya.

Ia menjelaskan Kebun Raya Kendari sebagai salah satu aset penting daerah dalam menjaga keanekaragaman hayati. Selain menjadi pusat konservasi, kawasan tersebut juga memiliki manfaat ekologis, sosial, hingga ekonomi bagi masyarakat. Kebun Raya menjadi tempat bagi warga dan delegasi untuk belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Partisipasi dalam penanaman pohon ini melambangkan komitmen kolektif dan tanggung jawab bersama dalam menjaga planet kita,” kata Siska. Ia berharap kolaborasi antar kota di Asia Pasifik terus diperkuat melalui agenda berkelanjutan.

Sementara itu, Bernadia mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat dan Pemerintah Kota Kendari terhadap delegasi internasional. Ia menyebut kegiatan penanaman pohon telah menjadi tradisi dalam agenda UCLG ASPAC sebagai kampanye sederhana namun bermakna untuk lingkungan.

“Menanam pohon adalah tindakan sederhana yang bisa dilakukan semua orang. Ini membawa pesan kuat bahwa kita tidak hanya peduli pada manusia, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan planet kita,” ujar Bernadia. Ia menekankan pentingnya ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan yang kini semakin berkurang di banyak negara Asia Pasifik.

Dalam kegiatan tersebut, para delegasi menanam berbagai jenis tanaman endemik Sultra seperti kayu eboni, ruruhi, kayu langsat, hingga lobe-lobe. Tanaman-tanaman tersebut dikenal memiliki nilai ekologis tinggi dan menjadi bagian penting pelestarian lingkungan di daerah.

Bernadia menyoroti bahwa pembangunan kota masa depan harus mengedepankan kolaborasi, keberlanjutan, dan penguatan ekosistem hijau. “Kita ingin menciptakan kota yang lebih hijau, tangguh, dan membahagiakan masyarakat,” pungkasnya.

Penanaman pohon ini menegaskan kembali komitmen Kendari terhadap lingkungan dan kerjasama internasional. Kegiatan sederhana ini memperlihatkan bahwa kota dapat berperan aktif dalam menjaga bumi, sekaligus mempererat hubungan antar kota di Asia Pasifik.

KendariUCLG ASPACpenanaman pohonperubahan iklimkebun rayakelestarian lingkungankota hijau

Komentar

Memuat komentar...