Kepadatan Lalu Lintas Mudik Garut: Jalur Kadungora & Limbangan
Gambar atau konten salah?
Di Garut, ribuan kendaraan pemudik terpantau meninggalkan kota melalui jalur Limbangan dan Kadungora pada 26 Maret 2026, lima hari setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Polisi masih menerapkan sistem satu jalur kendaraan atau one way bila terjadi kepadatan.
Di beberapa titik jalur mudik Garut, pada siang hari Kamis sekitar jam 14.35 WIB, arus lalu lintas terpantau ramai namun lancar. Kendaraan dominan berasal dari Garut via Kadungora dan Tasikmalaya via Limbangan yang mengarah ke Bandung.
Di jalur Kadungora-Leles, terdapat beberapa penyempitan arus lalu lintas. Salah satunya di wilayah Tarogong, tempat banyak masyarakat berbelanja oleh‑oleh. Di kawasan Kadungora, pintu perlintasan kereta api menjadi titik sempit. Selanjutnya, di Perempatan Kubang, kendaraan wisatawan dari kawasan wisata Garut dan kendaraan pemudik dari Tasikmalaya via Singaparna bertemu. “Diinformasikan bahwa di kawasan Perempatan Kubang arus lalu lintas terkendali. Banyak kendaraan yang melintas namun sudah tidak sepadat sebelumnya,” kata Kanit Gakkum Polres Garut IPDA Marlina.
Di kawasan Limbangan-Malangbong, kepadatan masih dilaporkan terjadi, meskipun tidak ada kemacetan parah sejak pagi. Empat unit pasar tradisional menjadi penyebab pelambatan arus kendaraan di wilayah tersebut. Menurut Kapolsek Limbangan AKP Masrokan, sejak pagi pihaknya bersama personel Sat Lantas Polres Garut terus mengatur arus lalu lintas. “Kami telah melaksanakan dua kali CB (cara bertindak) one way,” ujar Masrokan.
Mayoritas kendaraan di jalur Limbangan-Malangbong berasal dari Tasikmalaya, Pangandaran, hingga Jawa Tengah yang hendak menuju Barat, tepatnya Bandung melalui Nagreg. Puncak arus balik gelombang kedua di jalur arteri Jawa Barat bagian selatan diprediksi akan berlangsung pada 27-28 Maret 2026. “Informasinya demikian. Kami dari pihak kepolisian tetap akan bersiaga di jalur mudik untuk melaksanakan pengaturan arus lalu lintas. Kami berharap perjalanan arus balik masyarakat bisa lancar,” pungkas Masrokan.
Dengan sistem satu jalur dan pengaturan CB, polisi di Garut berusaha menjaga kelancaran arus lalu lintas mudik. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan petugas agar perjalanan kembali ke rumah dapat berlangsung tanpa hambatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
