Keracunan 17 Siswa SD Enrekang Setelah Makan MBG di Enrekang
Gambar atau konten salah?
Enrekang, 01 April 2026 – Sebanyak 17 siswa SD di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, diduga mengalami keracunan setelah makan menu makan bergizi gratis (MBG).
Kasus ini terjadi di SDN 120 Baroko dan SD 195 Buntu Ampang pada 31 March 2026. Siswa menolak menu MBG yang dibagikan di sekolah. Setelah mengonsumsinya, mereka mulai muntah, pusing, lemas, dan diare.
Plt Kadis Kesehatan Enrekang, Sabir, mengatakan, “Iya, ada kasus dugaan keracunan siswa SD setelah menyantap MBG.” Ia menambahkan, “Kemarin itu saat dibagikan (MBG) ada gejala keracunan dan kami turun tangan membawa siswa sebanyak 17 orang dari 2 sekolah.”
Menurut Sabir, menu daging ayam yang dibagikan diduga menjadi sumber keracunan. Ia menegaskan, “Dugaan sementara dari menu ayam. Untuk informasi pasti, sementara pemeriksaan sampel di Makassar.”
Sejumlah siswa masih dirawat di Puskesmas Baroko. Sabir memproyeksikan penanganan dapat dilakukan dengan baik tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit. Saat ini, 13 siswa masih dirawat, sementara sisanya sudah pulang.
Semua pasien ditangani di puskesmas dan tidak ada yang dirujuk. Sabir menegaskan, “Insyaallah bisa ditangani semua.”
Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan mutu makanan sekolah, terutama ketika disajikan secara gratis. Sementara penyelidikan masih berlangsung, pihak berwenang menegaskan komitmen untuk memastikan keamanan makanan bagi siswa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
