Ketua DPRD Bogor di UIKA: Tantangan dan Peluang Kerja Digital

Ani R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Ketua DPRD Bogor di UIKA: Tantangan dan Peluang Kerja Digital

Gambar atau konten salah?

04 Mei 2026Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, hadir di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor untuk mengikuti Studium Generale yang menampilkan tema transformasi dunia kerja di era digital. Acara ini dipimpin oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, yang membahas tantangan dan peluang di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Di sela‑sela presentasi, Adityawarman Adil menyampaikan pesan kepada mahasiswa dan generasi muda Bogor. Ia menekankan bahwa sinergi antara pendidikan, pemerintah, dan industri merupakan kunci untuk menghasilkan talenta yang siap pakai. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mendukung penciptaan lapangan kerja melalui regulasi dan kolaborasi dengan berbagai sektor industri.

“Dunia kerja saat ini sedang mengalami pergeseran paradigma. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah formal semata. Mahasiswa harus memiliki growth mindset dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini agar mampu bersaing,” ujar Adityawarman. Ia menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar soal teknologi, melainkan kesiapan sumber daya manusia untuk beradaptasi. Menurutnya, mahasiswa harus mampu melihat peluang di tengah perubahan besar‑besar yang dibawa oleh teknologi digital.

Menyerahkan kata, Yassierli menyoroti fakta bahwa angkatan kerja Indonesia mencapai 154 juta jiwa dengan angka pengangguran sekitar 7,46 juta. Ia tetap optimistis karena lulusan sarjana berada di kelompok elite 15 persen dari total angkatan kerja. “Perusahaan saat ini lebih mencari keterampilan (skills) daripada sekadar selembar ijazah. Kita harus mengubah pola pikir dari fixed mindset menjadi growth mindset, yaitu kesiapan untuk terus belajar hal baru setiap saat,” kata Menaker Yassierli.

Yassierli juga menekankan pentingnya sektor‑sektor baru seperti industri semikonduktor dan optimalisasi teknologi dalam bidang pertanian sebagai ladang pekerjaan masa depan. Ia berharap lulusan sarjana dapat menjadi pelopor inovasi yang membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

Di sisi akademisi, Rektor UIKA Bogor, Mujahidin, menyoroti realitas pengangguran di Kota Bogor yang mencapai 43.043 orang atau sekitar 7,95 persen. Data menunjukkan bahwa angka pengangguran tersebut didominasi oleh lulusan SMK. Ia menegaskan pentingnya validasi data pengangguran agar program intervensi yang dirancang pemerintah dan akademisi tepat sasaran.

“Kolaborasi adalah kunci. Kita butuh database yang valid untuk memahami karakteristik pengangguran di Kota Bogor sehingga kita bisa merancang program pelatihan dan penempatan yang efektif,” tegas Prof. Mujahidin. Ia mengajak semua pihak untuk bekerja bersama demi menciptakan solusi yang lebih terukur.

Acara ini menegaskan bahwa mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara intelektual dan teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat untuk menghadapi tantangan global di masa depan. (sud/sud)

Kesimpulannya, dialog antara pemerintah, akademisi, dan dunia industri menyoroti perlunya kesiapan manusia, pendidikan yang relevan, serta data yang akurat untuk mengatasi tantangan pasar kerja di era digital.

DPRD Kota BogorUniversitas Ibn Khalduntransformasi dunia kerjadigitalisasigrowth mindsetpengangguranindustri semikonduktor

Komentar

Memuat komentar...