King Kobra 3,5m Tertangkap di Masjid Ciamis, Tanpa Korban
Gambar atau konten salah?
Di Dusun Cisaray, Desa Cikoneng, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sebuah king kobra berukuran besar ditemukan di area masjid. Ular itu memiliki panjang sekitar 3,5 meter dan terlihat di malam hari pada 06 April 2026.
Beberapa anak yang hendak berwudu di kamar mandi masjid pertama kali melihat ular tersebut. Mereka terkejut saat menemukan makhluk berbahaya melilit di sekitar tempat ibadah. Anak‑anak itu segera panik dan berlari menjauh, sementara ular melintas di area samping kolam.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut langsung menghubungi UPTD Damkar Ciamis untuk meminta bantuan evakuasi. Petugas Damkar segera menuju lokasi dan menindaklanjuti laporan warga.
Evakuasi berlangsung cepat. Pada pukul 19.25 WIB, ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban. Budi Rahmat, Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, menjelaskan bahwa respon cepat dilakukan karena potensi bahaya tinggi di area masjid yang sering dikunjungi anak‑anak.
“Kami langsung menurunkan petugas begitu menerima laporan. Lokasinya di area masjid dan banyak anak‑anak, jadi ini sangat berisiko,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ular tersebut adalah Ophiophagus hannah, atau king kobra. “Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar. Ular king kobra ini memiliki panjang sekitar 3,5 meter, dengan ukuran yang cukup besar. Tidak ada korban, baik dari warga maupun petugas,” kata Budi.
Menurut Budi, fenomena masuknya ular berbisa ke permukiman sering terjadi, terutama pada musim pancaroba. Perubahan cuaca dan aktivitas manusia di sekitar habitat alami dapat memaksa satwa liar mencari tempat yang lebih hangat atau sumber makanan.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kemunculan satwa liar, terutama di lingkungan yang dekat dengan semak atau sumber air. “Kalau menemukan hewan berbahaya, jangan ditangani sendiri. Segera laporkan ke petugas agar bisa ditangani dengan aman,” pungkasnya.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya kewaspadaan di sekitar area publik, khususnya di masa musim perubahan cuaca. Penanganan cepat oleh petugas Damkar menghindari potensi cedera dan menegaskan peran penting lembaga penanggulangan bencana dalam menjaga keamanan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
