Kirab Waisak Nasional 2570 BE/2026, 31 Mei 2026, 10.00 WIB
Gambar atau konten salah?
Kirab Waisak Nasional 2570 BE/2026 akan dilaksanakan pada 31 Mei 2026 mulai pukul 10.00 WIB dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Rute utama menempuh Jalan Mayor Kusen dan Jalan Balaputeradewa, sekitar tiga kilometer.
Selama prosesi, beberapa ruas jalan akan ditutup. Penutupan arus di persimpangan yang dilewati prosesi dikatakan oleh Kasat Lantas Polresta Magelang Kompol Nyi Ayu Fitria Facha: “Penutupan arus dilakukan di beberapa titik persimpangan yang dilewati untuk prosesi Waisak.”
Untuk wisatawan yang menuju Candi Borobudur, disediakan jalur alternatif. Dari arah Jogja, setelah pertigaan Palbapang, kendaraan melanjutkan lurus menuju Blondo. Kemudian belok kiri ke Jalan Soekarno Hatta, dan setelah pertigaan MAJT An‑Nuur, belok kanan. Dari Semarang, setelah pertigaan MAJT, melanjutkan ke perempatan Koramil Borobudur dan belok kanan menuju area parkir Kujon.
Jika kendaraan berasal dari Salaman menuju Jogja atau sebaliknya, rute yang dapat dipakai adalah Simpang Empat Kujon – Simpang Empat Koramil – Sigug – Ngroto – Deyangan – Kubah Emas – Rambeanak – Cabean – Palpabang.
Menurut Ketua DPD Walubi Jateng, Tanto Soegito Harsono, prosesi dimulai pukul 10.00 WIB. Ia menjelaskan susunan acara: “Jam 10 pagi. Biasanya pertama (iring‑iringan) adalah drum band, pembawa Bendera Merah Putih, Bendera Buddhis, Bendera Walubi, terus bendera masing‑masing majelis yang ada di Indonesia.” Ia menambahkan, “Terus nanti setelah itu diiringi mobil hias dan barisan dari umat‑umat.”
Berikut ruas yang akan ditutup selama pelaksanaan kirab:
- Simpang 3 Srowol menuju Simpang 3 MAJT An‑Nur
- Simpang 3 Elo atau depan Candi Mendut menuju Simpang 3 MAJT An‑Nur
- Simpang 3 Brojonalan menuju Simpang 4 Koramil
- Simpang 3 Polpar/Simpang Bu Sum menuju Kampung Seni Borobudur
- Simpang 4 Ngaran Bawah menuju Simpang Bu Sum (afn/afn)
Prosesi ini menampilkan drumband di barisan depan, diikuti oleh pembawa bendera merah putih, bendera Buddha, dan bendera Walubi. Selanjutnya, mobil hias dan barisan umat akan menambah keindahan perjalanan. Dengan penutupan ruas dan pengaturan arus lalin, diharapkan prosesi dapat berjalan lancar dan aman bagi semua peserta.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
