Kobra Jawa 1,2 Meter Dievakuasi di Klaten, Dukuh Gunden
Gambar atau konten salah?
Di malam 02 Juni 2026, sebuah kobra Jawa (naja sputatrix) dievakuasi dari rumah warga di Dukuh Gunden, Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Klaten.
Pemilik rumah, Paiman, mendengar suara mendesis di bawah lemari. Ia curiga awalnya dikira tikus. “Kronologisnya pemilik rumah, Paiman, mendengar suara mendesis di bawah lemari. Curiga awalnya dikira tikus,” terang relawan Exalos Indonesia regional Klaten dan RCTD, Mardiyono.
Mardiyono, yang juga dikenal dengan panggilan Mbah Jangkung, segera memeriksa sumber suara. Saat menerangi area lampu senter, ia menemukan ular berwarna hitam. “Begitu dilihat ternyata ular warna hitam. Spontan saksi menjerit dan minta tolong pak RT, yaitu Mas Bowo dari relawan RCTD,” tutur Mardiyono.
Setelah memeriksa, ular terlihat cukup besar. Ketua RT, Mas Bowo, menelepon Mardiyono sekitar pukul 20.00 WIB. “Saya langsung menuju lokasi. Ular ternyata menghilangkan jejak sehingga harus memindahkan lemari,” jelas Mardiyono.
Tim menemukan lubang di bawah lemari yang diduga sarang kobra. Mereka harus membongkar celah tembok lantai untuk mengaksesnya. “Ya sedikit lama karena ular sempat masuk ke lubang bawah lemari dan kita harus bongkar. Alhamdulillah ular terevakuasi kobra Jawa atau naja sputatrix jumbo panjang 1,2 meter,” ucap Mardiyono.
Evakuasi berlangsung sekitar 20 menit. “Evakuasi sekitar 20 menit. Kita imbau warga untuk tetap waspada dengan ular berbisa, hindari tumpukan barang, jaga kebersihan lingkungan,” imbuhnya.
Setelah ular terangkat, tim melanjutkan bongkar sepanjang lubang karena khawatir masih ada yang tersisa. “Setelah terevakuasi kita lanjut bongkar sepanjang lubang takutnya ada lagi dan ternyata sudah tidak ada ular lainnya,” ungkapnya.
Insiden ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap hewan berbisa di lingkungan rumah, serta perlunya kebersihan dan pemeliharaan area sekitar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
