Konversi Tanggal: 14 Syawal 1447 H pada 03 April 2026
Gambar atau konten salah?
Setiap hari, banyak orang bertanya, “Berapa tanggal Hijriah hari ini?” Hal ini penting bagi umat Islam yang ingin menyesuaikan ibadah dan acara keagamaan. Karena sistem penanggalan Hijriah dan Masehi berbeda, konversi diperlukan agar tidak salah hitung.
Menurut konversi yang dibuat oleh Kementerian Agama, Jumat, 03 April 2026 sama dengan 14 Syawal 1447 H. Bulan April 2026 mencakup dua bulan Hijriah: Syawal dan Dzulqa'dah. Berikut rincian lengkapnya:
- 01 April 2026 – 12 Syawal 1447 H
- 02 April 2026 – 13 Syawal 1447 H
- 03 April 2026 – 14 Syawal 1447 H
- 04 April 2026 – 15 Syawal 1447 H
- 05 April 2026 – 16 Syawal 1447 H
- 06 April 2026 – 17 Syawal 1447 H
- 07 April 2026 – 18 Syawal 1447 H
- 08 April 2026 – 19 Syawal 1447 H
- 09 April 2026 – 20 Syawal 1447 H
- 10 April 2026 – 21 Syawal 1447 H
- 11 April 2026 – 22 Syawal 1447 H
- 12 April 2026 – 23 Syawal 1447 H
- 13 April 2026 – 24 Syawal 1447 H
- 14 April 2026 – 25 Syawal 1447 H
- 15 April 2026 – 26 Syawal 1447 H
- 16 April 2026 – 27 Syawal 1447 H
- 17 April 2026 – 28 Syawal 1447 H
- 18 April 2026 – 29 Syawal 1447 H
- 19 April 2026 – 30 Syawal 1447 H
- 20 April 2026 – 01 Dzulqa'dah 1448 H
- 21 April 2026 – 02 Dzulqa'dah 1448 H
- 22 April 2026 – 03 Dzulqa'dah 1448 H
- 23 April 2026 – 04 Dzulqa'dah 1448 H
- 24 April 2026 – 05 Dzulqa'dah 1448 H
- 25 April 2026 – 06 Dzulqa'dah 1448 H
- 26 April 2026 – 07 Dzulqa'dah 1448 H
- 27 April 2026 – 08 Dzulqa'dah 1448 H
- 28 April 2026 – 09 Dzulqa'dah 1448 H
- 29 April 2026 – 10 Dzulqa'dah 1448 H
- 30 April 2026 – 11 Dzulqa'dah 1448 H
Perbedaan utama antara dua sistem penanggalan terletak pada dasar perhitungannya. Kalender Masehi didasarkan pada peredaran Bumi mengelilingi Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengikuti peredaran Bulan mengelilingi Bumi. Karena itu, panjang satu tahun tidak sama.
Seorang ahli ilmu falak NU, KH Shofiyulloh, menjelaskan bahwa kalender Masehi mengukur panjang tahun dengan siklus tropis Matahari, yakni 365,2222 hari. Tahun Masehi dibagi menjadi 12 bulan, dengan variasi panjang bulan: Februari 28 atau 29 hari, April 30 hari, dan seterusnya. Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun, kecuali tahun yang habis dibagi 400.
Sementara kalender Hijriah menghitung tahun berdasarkan 12 siklus sinodis bulan, yaitu fase bulan yang sama atau hilal. Siklus sinodis rata‑rata 29,53 hari, sehingga satu bulan Hijriah bisa 29 atau 30 hari tergantung apakah hilal terlihat pada tanggal 29. Akibatnya, satu tahun Hijriah bisa 354 atau 355 hari.
Dengan memahami perbedaan ini, orang dapat menyesuaikan jadwal ibadah dan acara penting tanpa kebingungan. 14 Syawal 1447 H pada 03 April 2026 adalah contoh konkret bagaimana kedua kalender saling berhubungan.
Perhitungan ini penting bagi yang berencana melaksanakan ibadah atau peristiwa keagamaan, sehingga tidak terjadi ketidaksesuaian waktu. Mengetahui konversi tanggal membantu menjaga keselarasan antara penanggalan Masehi dan Hijriah, menjadikan perencanaan lebih terarah dan teratur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
