Koper Haji Tampil Unik, Kewajiban Penimbangan di Asrama

Ika P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 110 dibaca
Bisik.id
Koper Haji Tampil Unik, Kewajiban Penimbangan di Asrama

Gambar atau konten salah?

Pada 20 April 2026, koper‑koper bagasi para calon haji mulai tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Setiap koper diberi tanda unik: tali rafia, kain warna‑warni, boneka, sandal jepit anak, dan bola tenis. Tanda‑tanda ini digantung pada pegangan koper.

Wakil Kepala Bidang Perbekalan PPIH Embarkasi Solo, David Jafar Saputra, menjelaskan bahwa penandaan tersebut merupakan kreativitas masing‑masing jemaah. “Fungsinya untuk menandai koper masing‑masing jemaah. Untuk memudahkan mereka menemukan kopernya,” kata David saat ditemui wartawan di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, 20 April 2026.

Menurut David, sejak malam sebelumnya hingga pagi hari, koper‑koper calon haji yang sudah tiba di asrama sudah terbagi menjadi 5 kloter. Koper tersebut merupakan koper besar atau koper yang akan dimasukkan ke bagasi pesawat.

“Alhamdulillah untuk hari ini sudah masuk sebanyak 5 kloter. Dari kloter 1 sampai kloter 5 dengan jumlah koper bagasi yang sudah masuk sebanyak 1.449. Itu full seluruhnya itu koper jemaah haji yang berasal dari Kabupaten Tegal,” ujar David.

Untuk koper petugas haji daerah maupun petugas kloter, David menyatakan bahwa nanti akan dibawa bersama petugas. Para petugas haji akan dikumpulkan sebelum berangkat ke Embarkasi untuk diberi pembekalan di Wisma Haji Armina.

David menjelaskan bahwa barang bawaan yang dilarang masuk ke koper besar meliputi cairan berlebih seperti spray parfum dan powerbank. Ia meminta para jemaah menempatkan powerbank di koper kecil atau koper kabin.

“Terus kita menyarankan agar jemaah itu jangan membawa uang di koper bagasi. Karena nanti untuk keamanan jemaah sendiri, daripada nanti terjadi hal‑hal yang tidak diinginkan dan jemaah sendiri yang nanti dirugikan,” imbaunya.

Berat koper juga dibatasi. Koper besar maksimal 32 kilogram dan koper kabin maksimal 7 kilogram.

Setelah tiba di asrama, koper‑koper dimasukkan ke gedung khusus. Kemudian dilakukan penimbangan dan pemeriksaan barang bawaan menggunakan x‑ray.

Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menambahkan bahwa koper‑koper jemaah yang akan masuk bagasi pesawat harus datang lebih awal di asrama. Pemeriksaan isi dan bobot koper bertujuan mitigasi barang yang boleh maupun tidak boleh dibawa.

“Jadi sehari sebelum jemaah datang, koper sudah sampai di Asrama Haji,” jelas dia.

Penjelasan tentang barang-barang yang dilarang maupun diperbolehkan sudah disosialisasikan kepada jemaah sejak manasik di wilayah masing‑masing. Pihaknya berharap para jemaah mentaati peraturan penerbangan tersebut.

Proses pemeriksaan yang ketat menunjukkan upaya pihak pengelola untuk menjaga keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan. Dengan penandaan unik, batasan berat, dan pemeriksaan x‑ray, para calon haji dapat mempersiapkan perjalanan mereka dengan lebih teratur dan aman.

Asrama Haji DonohudanKoper BagasiPenandaan UnikPPIH Embarkasi SoloBatasan BeratPemeriksaan X‑rayJemaah Haji Tegal

Komentar

Memuat komentar...