Kuliner Indonesia Meroket: Pasar Melbourne ke Hong Kong

Dewi M. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Kuliner Indonesia Meroket: Pasar Melbourne ke Hong Kong

Gambar atau konten salah?

Industri kuliner Indonesia semakin merambah ke panggung dunia. Dari rendang yang pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia, hingga beragam hidangan tradisional lain, cita rasa Indonesia kini hadir di berbagai kota besar di luar negeri. Semua restoran ini dikelola oleh orang Indonesia, baik yang tinggal di luar negeri maupun yang kembali ke tanah air setelah menempuh pendidikan atau bekerja di luar negeri.

Waroeng SS Laris Manis adalah contoh ekspansi kuliner Indonesia ke Australia. Restoran ini berada di Melbourne, di kawasan kuliner Lygon Street yang terkenal. Waroeng SS merupakan cabang dari jaringan restoran yang sudah populer di Indonesia, khususnya karena aneka sambalnya. Di Melbourne, pelanggan dapat menikmati puluhan varian sambal, mulai dari sambal bawang, sambal terasi, hingga sambal pedas khas Padang. Menu utama seperti ayam goreng, bebek, tempe, dan tahu disajikan bersama sambal pilihan. Beberapa hidangan juga sudah disesuaikan dengan selera lokal, namun tetap mempertahankan rasa asli Indonesia. Keberadaan Waroeng SS di Melbourne menarik banyak pecinta makanan pedas, sekaligus memperkenalkan keunikan sambal Indonesia kepada warga Australia.

Di New York City, restoran Sumatera Restaurant menjadi tempat favorit bagi penggemar masakan Padang. Restoran ini menawarkan hidangan khas Sumatera Barat, termasuk rendang, gulai, dan berbagai lauk pauk yang kaya rempah. Menu andalan seperti rendang dan gulai menjadi daya tarik utama, tidak hanya bagi diaspora Indonesia tetapi juga bagi warga lokal yang penasaran dengan cita rasa Nusantara. Sumatera Restaurant sering dipadati oleh penikmat makanan Indonesia di kota ini, berkat reputasi rendang yang sudah terkenal di kalangan internasional.

Di Eropa Timur, tepatnya di Warsaw, Polandia, Sambal Restaurant menonjol sebagai wajah kuliner Indonesia. Restoran ini didirikan oleh chef asal Indonesia, Sahnil Arif Farobiansyah, yang telah lama menetap di Polandia. Konsep modern Sambal Restaurant menggabungkan cita rasa Nusantara dengan sentuhan yang lebih ramah bagi lidah Eropa. Nama “Sambal” dipilih sebagai simbol kuat identitas kuliner Indonesia yang kaya rasa dan berani. Restoran ini berhasil menarik perhatian warga lokal yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari kuliner Asia yang sudah lebih dulu populer. Selain itu, Sambal Restaurant juga aktif berpartisipasi dalam acara di Kedutaan Besar Indonesia di Polandia, memperkenalkan makanan khas tanah air kepada komunitas internasional.

Untuk wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Istanbul, Turki, Warung Ibu Deden menjadi tempat yang cukup familiar. Restoran ini terletak di kawasan wisata Sultanahmet, dekat dengan ikon wisata seperti Hagia Sophia. Menu yang ditawarkan beragam, didominasi masakan tradisional ala rumah Indonesia. Warung Ibu Deden juga sering melayani rombongan tur Indonesia dengan sistem buffet, sehingga banyak turis mengunjungi tempat ini untuk mengobati rindu masakan rumah. Lokasinya yang strategis membuatnya mudah dijangkau, menjadikannya pilihan populer bagi para pengunjung yang ingin merasakan kehangatan kuliner Indonesia di luar negeri.

Di Hong Kong, restoran Indonesia Restaurant 1968 menonjol dengan konsep vintage yang sudah beroperasi sejak 1968. Restoran ini menyajikan makanan otentik Indonesia, termasuk sop buntut dan lidah bakar, yang menjadi andalan menu. Meskipun berada di tengah kota yang dipenuhi hidangan Asia lainnya, Indonesia Restaurant 1968 berhasil mempertahankan identitasnya. Restoran ini pernah masuk dalam daftar Michelin Guide dan bertahan selama tujuh tahun, menandakan kualitas dan konsistensi yang tinggi. Banyak wisatawan Indonesia atau diaspora yang tinggal di Hong Kong sering datang ke tempat ini untuk melepas rindu dengan makanan tanah air.

Keberadaan restoran-restoran ini menunjukkan bagaimana diaspora Indonesia berperan penting dalam mempopulerkan kuliner Indonesia di luar negeri. Masing-masing restoran menyesuaikan menu dan konsepnya dengan selera lokal, namun tetap mempertahankan keaslian rasa. Dari sambal yang pedas di Melbourne, rendang yang kaya rempah di New York, hingga hidangan tradisional di Istanbul dan Hong Kong, Indonesia kini memiliki jejak yang kuat di panggung kuliner internasional.

Kuliner IndonesiaWaroeng SSSambalRendangDiaspora IndonesiaInternasionalMichelin GuideLygon Street

Komentar

Memuat komentar...