Kuliner Tegal: Kupat Glabed Legendaris Sejak 1950
Gambar atau konten salah?
Bagi yang sedang berada di Tegal, Jawa Tengah, ada beberapa pilihan kuliner khas yang patut dicoba. Salah satu yang populer adalah kupat glabed, yaitu hidangan ketupat yang disiram kuah sayur tempe dengan tekstur kental dan gurih.
Salah satu tempat makan kupat glabed yang sudah sangat lama berdiri adalah Kupat Glabed Pak Makhali. Lokasinya dianggap sebagai hidden gem, dekat dari area alun-alun atau Stasiun Tegal.
Warung ini sudah beroperasi sejak tahun 1950. Saat ini, usaha kuliner tersebut telah dikelola oleh generasi ketiga, yaitu cucu dari pendiri, yang bernama Fitri. Menurut Fitri, pada awalnya, Pak Makhali berjualan di depan Masjid Agung. Tempatnya baru pindah ke lokasi sekarang sekitar tahun 1980.
Meskipun sudah berjalan selama tiga generasi, warung Kupat Glabed Pak Makhali masih mempertahankan bentuknya sebagai warung sederhana. Lokasinya agak tersembunyi, berada di area belakang tempat reparasi motor.
Istilah 'glabed' dalam bahasa lokal Tegal berarti 'kental' atau 'mlekoh'. Ini menggambarkan ciri khas hidangan mereka yang menggunakan kuah kental. Satu porsi kupat glabed terdiri dari ketupat yang dimasak dengan tambahan irisan kunyit agar tampilannya menarik. Kuah kental gurih yang disiramkan dimasak bersama sayur tempe.
Pelanggan dapat memesan tingkat kepedasan sesuai selera. Untuk pelengkap, tersedia kerupuk mie remah dan berbagai jenis sate. Harga satu porsi kupat glabed diperkirakan sekitar Rp 18.000. Harga ini dianggap cukup terjangkau namun memberikan kepuasan rasa.
Biasanya, kupat glabed disajikan bersama sate blengong. Namun, racikan di warung Pak Makhali ini menawarkan pilihan sate yang berbeda, yaitu sate kerang dan sate kepala kambing. Kedua jenis sate ini dijual seharga Rp 5.000 per tusuk.
Sate disajikan dalam keadaan basah dengan bumbu rempah yang membuatnya terasa gurih pedas. Sate kepala kambing disebut memiliki rasa yang sangat nikmat.
Warung legendaris ini telah menyajikan kupat glabed sejak (01 Januari 1950), dan kini terus berlanjut di bawah pengelolaan generasi ketiga.
Kupat Glabed Pak Makhali menawarkan sajian khas Tegal yang sudah bertahan lama, dengan ciri khas kuah kental dan pilihan sate unik seperti sate kerang dan sate kepala kambing.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
