Kurangi Natrium, Tambah Serat: Sarapan Anti Risiko Jantung
Gambar atau konten salah?
Sarapan biasanya dianggap waktu makan penting bagi kesehatan. Namun, bila makanan yang dimakan tidak sehat, bisa menurunkan kesehatan organ, terutama jantung.
Salah satu penyebabnya adalah kandungan garam atau natrium yang tinggi. Natrium tersembunyi di nugget, sosis, roti, dan makanan ultra-processed food (UPF) lainnya.
Menurut Dr. Robert Segel, MD, “Asupan natrium tinggi menyebabkan tubuh menahan cairan, meningkatkan tekanan darah, dan menaikkan risiko gagal jantung,” kata Segel. Rabu, 25 Maret 2026.
Penelitian menunjukkan orang yang mengonsumsi natrium tinggi memiliki risiko 19 persen lebih besar terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang mengonsumsi rendah natrium.
Kelebihan natrium mengganggu sistem pengatur tekanan darah (renin‑angiotensin) dan membuat jantung bekerja lebih keras memompa darah. Kebanyakan orang mengonsumsi lebih dari 3.300 mg natrium per hari, padahal American Heart Association menyarankan maksimal 1.500 mg per hari untuk kesehatan jantung optimal.
Makanan UPF seperti daging olahan juga mengandung lemak jenuh tinggi. Sebuah studi menemukan konsumsi sedikit lebih dari 140 gram daging olahan per minggu dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 46 persen.
Pola makan tinggi pangan olahan biasanya juga rendah serat. Serat umumnya lebih banyak ditemukan pada makanan nabati seperti buah, sayur, biji‑bijian utuh, dan kacang‑kacangan.
Serat baik untuk pencernaan dan juga melindungi dari penyakit jantung dan diabetes. Namun, kebanyakan orang belum memenuhi kebutuhan sekitar 28 gram per hari, terlebih dengan kebiasaan makan rendah serat. Untuk menambah asupan serat di pagi hari, bisa dicoba oatmeal dan buah‑buah seperti apel, pir, pisang, dan jeruk.
Dengan memperhatikan kandungan natrium dan serat, serta mengurangi konsumsi makanan olahan, sarapan dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan jantung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
