Kurir Foodpanda Curang, Pesanan Dibawa Pulang, Dihentikan
Gambar atau konten salah?
Di Singapura, pada pukul 03.35 pagi tanggal 04 April 2026, seorang kurir makanan melakukan tindakan curang yang menimbulkan ketidakpuasan pelanggan. Pelanggan, yang dikenal dengan inisial DT, memesan makanan dari McDonald's lewat aplikasi Foodpanda dan memilih pembayaran cash on delivery.
Setelah menerima notifikasi bahwa pesanan sudah sampai, DT tidak menemukan paket makanan di depan rumahnya. Rasa curiga membuatnya memeriksa rekaman kamera pengawas rumahnya.
Rekaman tersebut menunjukkan seorang kurir perempuan datang, menggantung kantong makanan di pagar, lalu mengambil foto sebagai bukti pengantaran. Namun, sebelum DT dapat mengambil pesanan, kurir tersebut mengambil kembali makanan itu dan pergi meninggalkan lokasi.
DT mengungkapkan kekecewaannya: "Aku tidak melihat makanan apapun yang tergantung di pintu rumahku," katanya. Ia menegaskan bahwa tindakan mengambil kembali pesanan tidak dapat dibenarkan, terlepas dari metode pembayaran yang dipilih.
Pesanan tersebut bernilai sekitar 13,14 dolar Singapura atau setara hampir Rp177 ribu. Meskipun tidak pernah menerima makanan, kurir tersebut menandai pesanan sebagai sudah tiba dan diterima oleh pelanggan.
Segera setelah kejadian, Foodpanda memulai investigasi internal. Hasilnya menunjukkan bahwa kurir yang terlibat dapat diidentifikasi dengan jelas.
Berbagai langkah tegas diambil. Akun kurir tersebut ditangguhkan dari platform, dan ia diwajibkan mengikuti pelatihan ulang sebelum dapat kembali bekerja. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menegakkan standar operasional yang berlaku di layanan pengantaran.
Keputusan ini menegaskan komitmen Foodpanda terhadap integritas layanan. Pelanggan diingatkan bahwa sistem pengantaran masih dapat mengalami kesalahan, namun perusahaan berusaha memperbaiki prosedur agar kejadian serupa tidak terulang.
Pengantar makanan yang nekat mencuri pesanan pelanggan sendiri menyoroti pentingnya pengawasan dan verifikasi di setiap tahap pengantaran. Meskipun teknologi CCTV membantu mengungkap pelanggaran, perusahaan tetap harus meningkatkan pelatihan dan pengawasan terhadap karyawan.
Kesimpulannya, kejadian ini menegaskan bahwa integritas kurir sangat penting bagi kepercayaan pelanggan. Foodpanda menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak tegas, dan pelatihan ulang menjadi bagian dari upaya memperkuat standar operasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
