Label Nutri Level: Ganti Gula, Bantu Hindari Risiko Diabetes

Ayu W. · 5 min baca · 3 bulan lalu · 116 dibaca
Bisik.id
Label Nutri Level: Ganti Gula, Bantu Hindari Risiko Diabetes

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, peluncuran Label Nutri Level pada kemasan pangan siap saji baru saja menjadi sorotan publik. Label ini dirancang agar konsumen dapat dengan cepat melihat berapa banyak gula, garam, dan lemak yang terkandung dalam produk. Tidak ada kebetulan di balik keputusan ini; di baliknya ada data kesehatan yang cukup kuat.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa hampir 11 % penduduk Indonesia hidup dengan diabetes. Ia menambahkan, “Dan hampir 11 % penduduk kita menderita diabetes. Data dari Kementerian Kesehatan sekitar 31 juta penduduk kita ada yang pre‑diabetik, ada yang sudah diabetik, bahkan ada yang diabetes tipe 1, yang sudah harus suntik insulin,” kata Ikrar, dikutip pada 16 April 2026.

Berita ini menegaskan betapa pentingnya pengawasan kandungan gula. Di tengah situasi ini, pola konsumsi yang sering terlewatkan adalah minuman manis. Minuman ini terasa ringan, tidak menimbulkan rasa kenyang, dan biasanya habis dalam beberapa tegukan. Namun, satu gelas minuman manis bisa mengandung belasan hingga puluhan gram gula yang langsung masuk ke tubuh.

Minuman manis sering dikonsumsi lebih dari sekali dalam sehari. Mulai dari kopi susu di pagi hari, teh manis saat makan, hingga minuman kemasan di sore hari. Semua ini termasuk dalam apa yang disebut liquid calories—kalori dalam bentuk cair yang terasa ringan saat diminum, tetapi tetap menambah total asupan gula harian.

Liquid calories berasal dari berbagai jenis minuman: minuman manis kemasan, kopi susu, jus buah, minuman olahraga, dan lain‑lain. Karena bentuknya cair, kalori ini sering tidak terasa saat dikonsumsi. Berbeda dengan makanan padat, minuman manis tidak memberi sinyal kenyang. Tubuh tetap menerima energi, namun tidak merespons dengan rasa kenyang.

Dalam satu botol minuman manis, kandungan gula bisa berkisar antara 20 gram hingga 35 gram. Angka ini sudah mendekati atau bahkan melampaui batas anjuran harian gula bebas, yaitu tidak lebih dari 5 % dari kebutuhan harian per hari. Karena cair, gula diserap lebih cepat. Tanpa serat yang cukup, glukosa langsung masuk ke aliran darah dalam waktu singkat dan memicu lonjakan gula darah.

Berikut ini beberapa contoh minuman yang sering dikonsumsi dan kandungan gulanya:

  1. Kopi susu kekinian – Kopi atau kopi susu menjadi bagian dari rutinitas banyak orang, terutama di pagi atau sore hari. Kandungan gula dalam satu gelas bisa mencapai 20 – 30 gram, tergantung takaran sirup, gula, atau tambahan susu kental manis. Jika dikonsumsi setiap hari, asupan gula bisa terus melebihi batas anjuran tanpa terasa.
  2. Jus buah – Jus buah kerap dianggap pilihan sehat karena berasal dari buah segar. Proses pembuatan jus mengurangi kandungan serat yang seharusnya membantu memperlambat penyerapan gula. Segelas jus buah tanpa tambahan gula mengandung sekitar 15 – 25 gram gula alami, tergantung jenis buah. Saat ditambah gula atau pemanis lain, jumlahnya bisa jauh lebih banyak lagi.
  3. Teh manis – Teh manis sering dinikmati dalam keseharian, baik ketika makan di rumah maupun di luar. Rasanya ringan dan mudah diminum, sehingga sering tidak disadari kalori dan kandungan gulanya. Satu gelas teh manis bisa mengandung sekitar 15 – 30 gram gula. Jika dikonsumsi lebih dari satu gelas dalam sehari, total gula yang masuk bisa melebihi anjuran tanpa disadari.
  4. Minuman bersoda – Minuman bersoda dikenal dengan sensasi segar dan rasa manisnya yang kuat. Kandungan gulanya cukup tinggi karena menggunakan gula tambahan dalam jumlah besar. Dalam satu kaleng, gula bisa mencapai 30 – 40 gram. Angka ini sudah melampaui batas anjuran harian gula bebas, bahkan hanya dari satu jenis minuman.
  5. Minuman isotonik – Minuman isotonik sering dikaitkan dengan aktivitas olahraga. Kandungan gula di dalamnya berfungsi membantu mengganti energi yang hilang saat aktivitas berat. Dalam satu botol, gula berkisar 10 – 20 gram. Jika dikonsumsi tanpa aktivitas fisik yang intens, gula tersebut tetap masuk sebagai tambahan asupan harian yang tidak sedikit.

Label Nutri Level membantu konsumen melihat kandungan gula dalam minuman dengan lebih cepat. Informasi ini menjadi pengingat sederhana di tengah banyaknya pilihan minuman manis yang terasa sepele saat dikonsumsi. Kesadaran ini penting karena liquid calories sering tidak terasa sebagai sumber energi. Minuman tidak memberi sinyal kenyang, tetapi tetap menyumbang kalori dan gula dalam jumlah yang tidak sedikit. Tanpa disadari, asupannya bisa terus bertambah dari satu minuman ke minuman lain dalam sehari.

Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Minuman seperti teh tanpa gula atau infused water bisa menjadi alternatif yang lebih ringan tanpa tambahan gula. Pilihan ini membantu menjaga asupan gula tetap terkendali tanpa harus mengubah kebiasaan secara drastis.

Minuman manis masih bisa dikonsumsi, tetapi frekuensi dan porsinya perlu lebih diperhatikan. Membaca label, mengenali kandungan gula, dan mulai membatasi konsumsi harian menjadi langkah kecil yang berdampak dalam jangka panjang.

Dengan adanya Label Nutri Level, konsumen kini memiliki alat sederhana untuk menilai apakah produk yang mereka beli mengandung gula berlebih. Meskipun label ini tidak menggantikan kebiasaan sehat, ia memberikan petunjuk yang lebih jelas. Jika seseorang sadar bahwa satu gelas kopi susu mengandung 25 gram gula, ia dapat memutuskan untuk mengurangi atau mengganti dengan minuman rendah gula.

Selain itu, data yang disampaikan oleh Kepala BPOM menegaskan bahwa diabetes tidak hanya masalah individu, melainkan juga beban bagi sistem kesehatan. Dengan 11 % penduduk yang hidup dengan diabetes, peran konsumen dalam mengontrol asupan gula menjadi sangat penting. Setiap keputusan kecil, seperti memilih minuman tanpa gula atau membaca label, dapat membantu menurunkan risiko komplikasi terkait diabetes.

Kesadaran akan liquid calories juga berpengaruh pada pola makan sehari‑hari. Karena minuman manis tidak memberi rasa kenyang, orang seringkali menambah makanan padat untuk mengisi rasa lapar. Ini dapat memicu asupan kalori yang berlebihan. Dengan mengetahui kandungan gula, konsumen dapat menyesuaikan asupan makanan padat agar tetap seimbang.

Label Nutri Level juga dapat memotivasi produsen untuk menurunkan kandungan gula dalam produk. Jika produsen menyadari bahwa konsumen lebih memilih produk dengan label Green atau Yellow, mereka mungkin akan menyesuaikan resep agar lebih sehat. Hal ini menciptakan siklus positif di mana konsumen dan produsen saling memengaruhi.

Dalam konteks ini, penting bagi setiap individu untuk tidak hanya fokus pada satu minuman, tetapi melihat pola konsumsi secara keseluruhan. Seorang yang rutin minum kopi susu di pagi hari, teh manis di sore, dan minuman bersoda di malam hari, secara tidak sadar dapat mengonsumsi lebih dari 100 gram gula dalam sehari. Dengan label yang jelas, mereka dapat mengevaluasi dan mengurangi konsumsi tersebut.

Selain itu, edukasi tentang bagaimana gula memengaruhi tubuh juga perlu ditingkatkan. Gula yang diserap cepat dapat memicu lonjakan gula darah, yang bila berlangsung terus-menerus dapat merusak sel-sel pankreas. Penurunan gula dalam diet dapat membantu menjaga fungsi pankreas dan mengurangi risiko komplikasi.

Berbagai upaya pemerintah, termasuk BPOM, telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran. Namun, peran konsumen tetap krusial. Dengan membaca label, membatasi minuman manis, dan mengganti dengan air putih atau minuman rendah gula, setiap orang dapat berkontribusi pada kesehatan pribadi dan masyarakat.

Secara keseluruhan, peluncuran Label Nutri Level menjadi langkah kecil namun signifikan. Ia memberi konsumen alat sederhana untuk menilai kandungan gula, membantu mengurangi asupan liquid calories, dan mendukung upaya pencegahan diabetes. Dengan kesadaran yang meningkat, harapannya masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih sehat tanpa harus mengorbankan kebiasaan yang sudah terbentuk.

Label Nutri LevelMinuman ManisGulaDiabetesBPOMLiquid CaloriesKonsumsi GulaKesehatan

Komentar

Memuat komentar...