Lampung‑Banten Saksikan Pecahan Sampah Antariksa Terbakar
Gambar atau konten salah?
Warga di wilayah Lampung dan Banten melaporkan melihat objek bercahaya terang melintas cepat di langit pada malam 04 April 2026. Kabar ini segera memicu rasa penasaran dan spekulasi tentang apa sebenarnya benda tersebut.
Menanggapi laporan tersebut, pakar Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, memberikan penjelasan ilmiah. Ia menegaskan bahwa fenomena ini tidak perlu dikhawatirkan. “Itu adalah pecahan sampah antariksa. Info terbaru dari Space-Track dan analisis orbit menunjukkan bahwa bekas roket Tiongkok tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di pantai barat Sumatera,” ujarnya.
Menurut Thomas, pada sekitar pukul 19:56 WIB ketinggian objek turun di bawah 120 km. Objek tersebut memasuki atmosfer padat, terus meluncur, terbakar, dan pecah. “Itulah yang disaksikan warga sekitar Lampung dan Banten,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa jatuhnya sampah antariksa bukan hal yang langka, meski jarang disaksikan langsung, khususnya di Indonesia. Peristiwa serupa terakhir kali terjadi pada 2022 ketika objek terlihat di Lampung dan jatuh di wilayah Sanggau, Kalimantan Barat.
Thomas menjelaskan bahwa sebagian besar sampah antariksa akan habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan bumi. “Risiko hanya muncul jika ada bagian yang tidak terbakar sempurna dan jatuh di area permukiman, namun hingga saat ini belum pernah terjadi di mana pun di dunia,” jelasnya.
Insiden ini menegaskan bahwa benda luar angkasa yang masuk ke atmosfer dapat terlihat dari bumi, tetapi biasanya tidak menimbulkan bahaya bagi penduduk. Penjelasan pakar membantu menenangkan publik dan menyoroti pentingnya pemantauan sampah antariksa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
