Ledakan Petasan di Kebun Pisang Pekalongan, Dua Remaja Tewas
Gambar atau konten salah?
Ledakan petasan di kebun pisang di Kuripan Kidul, Kelurahan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan menewaskan dua remaja dan melukai tiga orang lain pada 23 March 2024 sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa itu terjadi saat SS (14 tahun) dan MM (17 tahun) sedang meracik petasan di ladang. Sementara AA (14 tahun) yang sedang mencari burung di sekitar lokasi, juga terkena dampak ledakan. Semua korban adalah warga setempat dan langsung dirawat di RSUD Bendan.
Menurut kesaksian warga, SS mengalami luka parah: tangan kiri putus, tangan kanan hancur, dan kaki kanan hancur. MM hanya kehilangan tangan kiri, sementara AA, yang berada sekitar 20 meter dari lokasi, luka di kaki.
Warga setempat, Syaiful (35 tahun), mengaku mendengar dentuman keras dari rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter. “Saya di rumah dengar suara ledakan keras sekali, sampai tembok rumah bergetar. Pas saya ke lokasi, sudah ada tiga korban tergeletak. Dua luka parah, satu luka ringan,” kata dia saat ditemui di lokasi kejadian, 23 March 2026. “Dua-duanya tangannya putus sebelah kiri. Satu lagi tangannya hancur. Mereka masih sadar waktu itu, tapi merintih kesakitan,” tambahnya.
Ayah AA, Siswanto (35 tahun), menjelaskan kondisi anaknya. “Awalnya saya dikasih tahu tetangga, saya langsung ke lokasi. (Anak saya) kondisinya terkapar, tapi masih sadar. Lukanya sobek di kaki kanan dan kiri belakang, sekarang sudah dijahit. Anak saya berada jauh tetapi terkena ledakan,” jelasnya.
Polisi AKP Setyanto dari Polres Pekalongan menyatakan bahwa ledakan terjadi saat dua remaja meracik petasan. “Yang mana ada dua remaja sedang meracik petasan, kemudian petasan tersebut salah satu meledak, sehingga mengakibatkan dua orang yang merakit ini mengalami luka-luka agak serius,” kata dia. Ia juga menambahkan bahwa satu korban lainnya terkena dampak ledakan dari jarak sekitar 15 meter, mengalami luka robek di kaki sebelah kiri.
Beberapa barang bukti diambil di lokasi, antara lain satu petasan berisi bahan peledak dan 17 selongsong kosong berukuran berbeda. Petasan tersebut memiliki tinggi sekitar 22 cm dengan diameter 5 cm.
Setelah kejadian, SS dan MM dilaporkan belum sadarkan diri, sedangkan AA dalam kondisi stabil. Setyanto mengimbau warga Pekalongan agar selalu mengawasi anak-anak mereka, agar tidak bermain-main dengan petasan.
Ledakan ini menegaskan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan petasan di lingkungan rumah. Kejadian ini juga mengingatkan bahwa petasan, meski tampak menyenangkan, dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan hati-hati.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
