Lima Restoran Legendaris Puncak yang Wajib Dicoba Selama Liburan

Rudi H. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Lima Restoran Legendaris Puncak yang Wajib Dicoba Selama Liburan

Gambar atau konten salah?

Puncak, kawasan di Bogor yang terkenal dengan udara sejuk dan pemandangan alam, menjadi tujuan favorit bagi banyak orang saat liburan panjang. Tempat ini tidak hanya menawarkan suasana yang menenangkan, tetapi juga deretan restoran keluarga yang sudah berdiri lama. Setiap restoran menampilkan cita rasa khas yang konsisten, serta suasana berbeda, mulai dari nuansa alam hingga sentuhan klasik masa lalu.

Berbagai tempat makan legendaris di Puncak telah menjadi pilihan utama bagi wisatawan dari berbagai daerah, bahkan tokoh penting. Dari menu khas Sunda sampai hidangan ala Eropa, variasi kuliner di sini sangat beragam. Tidak mengherankan bila berburu kuliner legendaris menjadi agenda wajib bagi pengunjung.

Berikut lima rekomendasi tempat makan legendaris di Puncak, yang cocok untuk dikunjungi saat akhir pekan bersama keluarga.

  1. Dulang Restaurant

    Dulang Restaurant terletak di sekitar tugu Cisarua, dengan udara dingin yang cocok untuk bersantai. Restoran ini sudah berdiri 26 tahun lalu, dan konsepnya menyerupai rumah sederhana. Taman luas dan danau kecil menambah keindahan pemandangan. Menu khas Sunda menjadi andalan, termasuk aneka nasi seperti timbel, liwet, dan tutug oncom. Untuk menu utama, tersedia Bekakak Ayam, Ikan Gurame Aam leci, Kambing Hotplate, serta Fuyunghai. Harga mulai dari Rp 40.000.

  2. Puncak Pass Resort

    Puncak Pass Resort dibangun pada tahun 1928, menjadi hotel dan restoran tertua di daerah Puncak. Restoran ini dikenal sebagai warisan “meneer” atau peninggalan Belanda. Restoran ini didirikan oleh Meneer Colijn, dan sejak itu tetap menjadi destinasi kuliner populer. Menu camilan khas Belanda, seperti Hollandse Poffertjes, Pannekoek Puncak Pass, Bitterballen, dan Erwten Soup berbahan sosis daging sapi, menjadi favorit. Harga mulai dari Rp 39.000.

  3. RM Bumi Aki

    RM Bumi Aki didirikan oleh pasangan suami istri Lina dan Deddy pada tahun 1988. Awalnya hanya warung kopi di Jalan Raya Puncak, kini berkembang menjadi restoran keluarga dengan masakan khas Sunda. Dekorasi dan pemandangan yang alami membuat pelanggan nyaman berlama‑lama. Menu andalan meliputi sop buntut, gurame bakar, dan olahan ayam. Rekomendasi lain adalah nasi timbel yang cocok disantap bersama hidangan. Harga mulai dari Rp 40.000.

  4. Sate Maranggi Sari Asih

    Sate Maranggi Sari Asih sudah berusia lebih dari 26 tahun dan terkenal karena kelezatannya. Restoran ini tidak pernah sepi pelanggan, bahkan banyak orang datang dari kota lain. Sate maranggi dijual seharga Rp 4 ribu per tusuk, disertai ketan bakar dan sambal oncom. Terletak di Jalan Raya Pacet, Cianjur, warung ini buka 24 jam. Menu khasnya membuat pengunjung merasa puas.

  5. Warung Sate Shinta

    Warung Sate Shinta terletak di Jalan Raya Cipanas, dan telah buka selama 24 jam sejak tahun 1977. Tempat ini sempat menjadi pilihan makan siang Presiden Jokowi ketika berada di Puncak. Menu andalannya adalah Sate Kambing Spesial Shinta dari kambing muda, serta Sate Ayam dan Tongseng Kambing. Semua hidangan memiliki rasa enak dan berkualitas. Harga mulai dari Rp 40.000.

Setiap restoran di Puncak menawarkan pengalaman bersantap yang unik, baik dari segi rasa maupun suasana. Mulai dari nuansa alam di Dulang Restaurant hingga sentuhan warisan Belanda di Puncak Pass Resort, pilihan kuliner di sini sangat beragam. Bagi yang mencari cita rasa khas Sunda, RM Bumi Aki dan Warung Sate Shinta menjadi pilihan tepat. Sementara bagi pencinta sate, Sate Maranggi Sari Asih dan Warung Sate Shinta menawarkan sensasi berbeda.

Dengan harga yang bersahabat dan menu yang beragam, lima tempat makan legendaris ini menjadi destinasi wajib bagi siapa saja yang mengunjungi Puncak. Kualitas makanan, suasana yang nyaman, serta sejarah yang kaya membuat setiap kunjungan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

PuncakDulang RestaurantPuncak Pass ResortRM Bumi AkiSate MaranggiWarung Sate Shintakuliner legendaris

Komentar

Memuat komentar...