Longsor Besar di Cilacap Menutup Jalan Majenang-Cigintung
Gambar atau konten salah?
Pada 07 April 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, terjadi longsor di Dusun Cibeunying, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Material longsoran menutupi jalan kabupaten yang menghubungkan Majenang dengan Desa Cigintung, Kecamatan Wanareja, sehingga akses terputus total.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Taryo, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh kondisi tebing yang sangat curam dan berada di zona rawan pergerakan tanah. Ia menambahkan, “Wilayah itu memang zona rawan longsor, dengan kemiringan tebing cukup terjal dan sudah ada riwayat longsor sebelumnya.”
Menurut Taryo, warga setempat sudah memperhatikan tanda-tanda sebelum kejadian. Ia mengingatkan, “Dari pagi sudah ada tanda-tanda, kerikil kecil jatuh terus, retakan tanah juga makin besar. Sampai akhirnya sekitar pukul 11.00 WIB tebing itu longsor.”
Teber setinggi sekitar 50 meter dan panjang 50 meter, yang merupakan lahan milik Perhutani, runtuh dan menutup jalan dengan material tebal. Panjang jalan yang tertutup diperkirakan mencapai 90 meter, dengan ketebalan longsoran sekitar 10 meter dan lebar mencapai 100 meter. Taryo menegaskan, “Itu tebal banget material longsornya. Makanya harus memakai alat berat. Akses jalan itu tertutup total dan tidak bisa dilalui. Padahal itu akses penting.”
Jaringan listrik dan internet di sekitar lokasi juga terdampak, mengalami pemadaman. Saluran air menuju permukiman warga terputus karena tertimbun material longsor. Lahan kebun milik enam warga dengan total luas sekitar 100 ubin juga tertimbun. Di situ ada tanaman seperti cengkeh, kopi, kelapa, hingga pohon balsa yang rusak semua, ungkap Taryo.
Beruntung, tidak ada korban jiwa. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 165 juta. BPBD bersama sejumlah pihak telah melakukan penanganan awal di lokasi, mulai dari pemasangan rambu peringatan, pendataan dampak, hingga koordinasi dengan dinas terkait. “Kami sudah berkoordinasi dengan PUPR dan pihak terkait lainnya, termasuk PLN untuk penanganan jaringan listrik. Besok rencananya alat berat dari BBWS Citanduy dan DPUPR mulai bekerja membuka akses jalan,” ujar Taryo.
Warga setempat saat ini bergotong royong membersihkan material ringan seperti bambu yang terbawa longsor. BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi longsor susulan masih bisa terjadi, terlebih dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem. “Kami imbau masyarakat tetap hati‑hati dan waspada, karena masih ada potensi longsor susulan di lokasi,” pungkasnya.
Kejadian ini menegaskan pentingnya pemantauan tebing curam di daerah rawan longsor. Meskipun tidak menimbulkan korban, kerusakan material dan gangguan infrastruktur menambah beban bagi masyarakat setempat. Dengan koordinasi cepat antara BPBD, PUPR, PLN, dan warga, akses jalan diharapkan dapat dibuka kembali dalam waktu dekat, sehingga aktivitas harian dan distribusi barang dapat berlanjut tanpa gangguan lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
