Luwu Utara Kirim 5.500 Ton Jengkol ke Jakarta, Pasar Melimpah

Lia N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 116 dibaca
Bisik.id
Luwu Utara Kirim 5.500 Ton Jengkol ke Jakarta, Pasar Melimpah

Gambar atau konten salah?

Di Sulawesi Selatan, kabupaten Luwu Utara mengumumkan pengiriman 5.500 ton jengkol ke ibu kota pada 07 April 2026. Angka ini menandai peningkatan signifikan dalam ekspor bahan makanan tradisional ke Jakarta.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menyatakan, “Alhamdulillah saat ini Luwu Utara menjadi pengekspor jengkol terbesar di Jakarta dari Provinsi Sulawesi Selatan. Tahun kemarin, sebanyak 5.500 ton dikirim dari Luwu Utara ke Jakarta.” Ia menambahkan bahwa distribusi ribuan ton jengkol ini awalnya dijual ke Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta Pusat.

Setelah melewati pasar induk, jengkol kemudian didagangkan dan tersebar ke berbagai rumah makan di kota. Andi Rahim mengungkapkan, “Awalnya jengkol masuk ke pasar induk Keramat Jati dan difungsikan lalu diolah di rumah-rumah makan yang ada di Jakarta. Kalau kita kalkulasikan, ada sekitar 12 juta masyarakat yang ada di Jakarta ini menikmati jengkol Luwu Utara.”

Jengkol tersebut berasal dari beberapa kecamatan di Luwu Utara. Ia menjelaskan, “Perkebunan jengkol kita tersebar di beberapa kecamatan, antaranya Sukamaju, Bone-Bone, Tanalili, Masamba dan Baebunta.” Petani menjualnya dengan harga Rp 15.000/Kg. Dengan perkiraan, nilai jual total mencapai Rp 82,5 milliar.

Permintaan tinggi di Jakarta sering membuat petani kewalahan. Andi Rahim menambahkan, “Besarnya permintaan Jakarta terhadap jengkol asal Lutra sering kali membuat petani kewalahan. Sehingga menurutnya, petani dan pengusaha kadang harus mengambil barang dari Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk mencukupi permintaan Jakarta tersebut.” Ia mencatat, “Kadang itu orang Lutra ambil barang ke Sulteng untuk penuhi permintaan pasar Jakarta. Namun Alhamdulillah ini menjadi pertanda bahwa perekonomian di Luwu Utara membaik.”

Ia berharap tingginya permintaan pasar menjadi dorongan semangat bagi masyarakat pertanian di daerahnya. Selain itu, ia mengucap syukur atas keberanian pengusaha lokal dalam berkompetisi di pasar nasional. “Serta kita bersyukur bahwa dengan ini menandakan bahwa pengusaha kita mampu bersaing dan berkompetisi di pasar Jakarta ini,” tutupnya.

Dengan volume ekspor yang terus meningkat, jengkol Luwu Utara menunjukkan potensi pasar yang kuat di Jakarta. Peningkatan pendapatan petani dan pengusaha lokal menandai langkah positif bagi ekonomi kabupaten tersebut.

JengkolLuwu UtaraJakartaeksporPasar Induk Keramat Jatipetaninilai jual 82,5 miliar

Komentar

Memuat komentar...