Mahasiswa 21 Tahun Hilang Kontak, Pencarian Berlanjut
Gambar atau konten salah?
Ulfah Hadiatul Alia (21) mahasiswa Universitas Mayasari Bakti Tasikmalaya hilang kontak sejak 5 April 2026. Pihak keluarga tidak mengetahui keberadaannya.
Pada 29 Maret 2026, keluarga terakhir bertemu Ulfah. Ia pamit berangkat ke Tasikmalaya dari rumahnya di Malangbong, Garut. Perjalanan dilakukannya dengan kendaraan umum menuju kontrakan di Kampung Babakan Jati, Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.
Setelah tiba, Ulfah tetap berkomunikasi dengan keluarga dan teman-temannya. Namun sejak 5 April 2026 ia tidak lagi mengirim pesan atau menerima panggilan.
Pencarian dimulai oleh keluarga. Pada 14 April 2026, mereka melaporkan kasus ini ke Polsek Tamansari. Kapolsek, AKP Nuraeni, mengonfirmasi bahwa laporan sudah diterima dan penyelidikan sedang berlangsung.
Ulfah dikenal dengan ciri fisik: tinggi sekitar 155 cm, kulit sawo matang, wajah oval, berat badan sekitar 50 kg. Ia biasanya memakai kerudung.
“Laporan sudah masuk kemarin, sampai sekarang kami masih melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan,” kata Nuraeni pada 16 April 2026.
Hazmi Abdul Gani, kakak ipar Ulfah, mengaku bahwa hingga Kamis siang ini keberadaan Ulfah belum diketahui. Ia menambahkan, “Belum, belum diketahui keberadaannya sampai sekarang.”
Hazmi juga menyebutkan bahwa Ulfah pergi tanpa membawa ponsel, namun kemungkinan ia membawa pakaian. “Kalau handphone dia nggak bawa, tapi sepertinya dia membawa pakaian. Mohon doanya saja agar adik kami bisa segera ditemukan atau kembali,” ujarnya.
Sejauh ini, polisi masih menelusuri jejak terakhir Ulfah. Keluarga berharap cepat ada kabar, sementara penyelidikan terus berlanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
