Manggis Malaysia Lebih Mahal, Menjadi 'Ratu Buah' Dari Durian
Gambar atau konten salah?
Di Malaysia, buah manggis kini menjadi lebih langka dan mahal daripada durian. Bahkan, manggis sering dipanggil “ratu buah” karena harganya yang tinggi.
Perubahan harga ini terlihat jelas dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya durian dikenal sebagai buah paling mahal, namun kini manggis mulai menggeser posisi tersebut. Buah manis yang disebut ratu buah ini dijual lebih mahal dibandingkan durian karena pasokan yang terbatas.
Menurut data yang dilaporkan pada 18 April 2026, varietas manggis seperti Mesta mencapai harga RM 20 (Rp 87.000) per kilogram. Sementara itu, harga durian di Malaysia, termasuk jenis populer seperti Musang King, turun hingga sekitar RM 16,80 (Rp 73.000) per kilogram.
Di beberapa lapak buah, durian bahkan dijual lebih murah tergantung lokasi dan adanya promosi selama musim panen singkat atau mini season. Harga durian bisa turun hingga RM 5 (Rp 21.700) per buah, tergantung ukuran dan kualitas.
Perubahan harga ini dipengaruhi oleh kondisi pasokan kedua buah tersebut. Pedagang buah menyebutkan bahwa kenaikan harga manggis disebabkan oleh berkurangnya produksi lokal. Manggis yang dikenal memiliki rasa manis dan sedikit asam kini semakin sulit ditemukan dalam jumlah stabil di Malaysia.
Salah satu penyebabnya adalah perubahan pola budidaya di kebun durian. Dahulu, banyak petani menerapkan sistem tanam campuran dengan menanam manggis berdampingan dengan durian dan tanaman lain. Sistem ini tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem kebun, tetapi juga membantu petani mendapatkan pemasukan sepanjang tahun.
Namun, tren terbaru menunjukkan bahwa banyak kebun durian mulai menyingkirkan pohon manggis. Petani menilai pohon manggis dapat menghalangi sinar matahari dan mengganggu pertumbuhan durian, sehingga banyak yang ditebang. Dampaknya, produksi manggis menurun dan pasokan di pasar menjadi terbatas.
Sehingga, sebagian besar buah manggis yang beredar di Malaysia berasal dari impor, terutama dari Thailand dan Indonesia. Meski demikian, ketersediaannya tidak selalu stabil sehingga harga tetap tinggi. Manggis lokal pun semakin jarang ditemukan, meski sering dianggap memiliki kualitas rasa yang lebih baik.
Di sisi lain, harga durian justru mengalami penurunan akibat melimpahnya pasokan. Musim panen durian dari sejumlah wilayah di Malaysia seperti Johor membuat jumlah durian di pasar meningkat tajam. Kondisi ini mendorong pedagang banting harga dan menawarkan berbagai promo, bahkan ada yang menjual durian mulai dari RM 5 (Rp 21.700) per buah, tergantung ukuran dan kualitasnya.
Secara keseluruhan, kelangkaan manggis di Malaysia telah mengubah dinamika pasar buah. Harga manggis yang tinggi menandai ketergantungan pada impor dan perubahan praktik budidaya, sementara durian mengalami penurunan harga karena surplus pasokan. Fenomena ini mencerminkan bagaimana kebijakan pertanian dan preferensi konsumen dapat memengaruhi nilai ekonomi buah di pasar lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
