Masinis Erlan, 49 Tahun, Selalu Mudik Lebaran Tanpa Keluarga

Maya K. · 1 min baca · 4 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Masinis Erlan, 49 Tahun, Selalu Mudik Lebaran Tanpa Keluarga

Gambar atau konten salah?

Erlan Wimawan, 49 tahun, lahir dan besar di Jakarta, memiliki akar Sunda dari orang tuanya yang berasal dari Subang dan Garut.

Ia bergabung dengan PT KAI pada 1996. Sebelum menjadi masinis, Erlan bekerja di Dipo Lokomotif Jatinegara sebagai pegawai sarana. Pada 2003 ia resmi menjadi masinis, meski awalnya tidak memikirkan profesi tersebut.

Selama lebih dari satu dekade, Erlan menolak acara Lebaran bersama keluarga. Ia memilih untuk mengantar ribuan pemudik ke kampung halaman, sehingga ia harus menempuh perjalanan panjang setiap tahun.

Setiap kali mendengar gema takbir di pengeras suara kereta, Erlan merasakan sedih. “Kita harus menyerahkan anak dan istri untuk perjalanan pemudik,” ungkapnya. Ia menyesali tidak bisa bersama keluarga di hari besar itu.

Di masa kini, Erlan masih menjalankan rute kereta Bandung‑Jakarta dan Jakarta‑Cirebon. Walau tidak dapat berlibur bersama keluarga, ia tetap berusaha meluangkan waktu untuk menyapa penumpang di stasiun.

Untuk mengurangi rasa rindu, Erlan menggunakan video call lewat ponselnya. “Video call membantu mengobati sedikit rasa rindu,” katanya.

Istri dan anaknya telah memahami pekerjaan Erlan sejak lama. Ia menjelaskan kepada pasangan dan anaknya tentang tantangan dan kepedihan yang harus dihadapi, sehingga tidak ada protes atau konflik.

Ringkasan: Erlan Wimawan, masinis PT KAI, mengorbankan Lebaran bersama keluarga selama lebih dari satu dekade demi mengantar pemudik ke kampung halaman. Ia menggunakan video call untuk mengurangi rasa rindu dan didukung penuh oleh istri serta anaknya, yang memahami kebutuhan profesinya.

Erlan WimawanPT KAIMasinisLebaranMudikVideo CallKeluarga

Komentar

Memuat komentar...