Masjid Agung Solo Sambut Dua Grebeg Besar Keraton Surakarta
Gambar atau konten salah?
Masjid Agung Solo menginformasikan bahwa dua pemberitahuan acara grebeg besar telah diterimanya. Acara pertama datang dari kubu Paku Buwono XIV Purbaya, sedangkan acara kedua datang dari kubu KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, keduanya diadakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta.
Ketua Takmir Masjid Agung Solo, Muhammad Muhtarom, memberi penjelasan kepada para jurnalis pada 26 Mei 2026. Ia menyatakan, “Sudah ada komunikasi (terkait grebeg besar dengan dua kubu). Pada prinsipnya, kita di Masjid Agung ini menerima, melayani dari pihak Keraton. Kita tidak ingin terlibat di dalam permasalahan di Keraton,”. Ia menegaskan bahwa masjid akan tetap melayani acara tersebut tanpa terlibat konflik internal Keraton.
Menurut Muhammad Muhtarom, grebeg besar dari Paku Buwono XIV Purbaya akan berlangsung pada 27 Mei 2026, sedangkan grebeg besar dari KGPH Panembahan Agung Tedjowulan dijadwalkan pada 28 Mei 2026. Meski ini kali pertama grebeg besar diadakan dua kali berturut-turut, Masjid Agung siap memberikan pelayanan terbaik.
Ketua Takmir menambahkan, “Mudah-mudahan keraton segera bisa menemukan formula yang tepat, kemudian terjadi islah, terjadi kesepakatan bersama. Dengan keraton baik, tentu akan berdampak pada kemaslahatan umat secara keseluruhan.” Ia menekankan pentingnya grebeg besar sebagai warisan budaya yang sarat pesan moral.
Di sisi lain, Panembahan Agung Tedjowulan mengatakan, “Sudah disiapkan. Biasa saja, sudah dilaksanakan bertahun-tahun,”. Ia juga bersikap tidak mempersoalkan grebeg besar yang diselenggarakan oleh kubu Paku Buwono XIV Purbaya, menegaskan, “Biarin saja. Jenengan melaksanakan juga boleh kok.”
Secara keseluruhan, dua grebeg besar ini menandai upaya pelestarian budaya sekaligus menunjukkan kerjasama antara Masjid Agung Solo dan Keraton Kasunanan Surakarta. Kedua acara diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan nilai-nilai moral bagi masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
