Mayat Pria 56 Tahun Ditemukan di Rumah Ngepungrojo, Pati
Gambar atau konten salah?
Mayat pria ditemukan di rumah warga Desa Ngepungrojo, Kabupaten Pati pada sore hari. Pada pukul 15.00 WIB, warga berbondong-bondong menuju sebuah rumah yang sudah dipasang garis polisi. Petugas kesehatan dan polisi memeriksa jenazah yang sudah membusuk, lalu membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Kepala Desa Ngepungrojo, Tri Santoso, penemuan mayat terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Ia menjelaskan bahwa warga mulai curiga ketika pria bernama Marwan, 56 tahun, tidak keluar rumah sejak hari Minggu, 5 April 2026. “Sekitar jam 13.00 WIB laporan dari Pak RT karena rumahnya kan tetangga, karena sudah dua hari ini almarhum tidak ada keluar,” kata Tri kepada wartawan.
Pak RT dan istrinya kemudian memeriksa rumah karena ada bau tak sedap. “Kemudian Pak RT bersama istri ngecek ke rumah karena juga ada bau, akhirnya ngecek ternyata bapak ini sudah meninggal dunia,” lanjut Tri. Ia menambahkan bahwa Marwan bekerja sebagai kuli bangunan dan biasanya aktif hingga sore hari. Pada Sabtu, 4 April 2026, Marwan masih sibuk mencuci, “Sehari-hari tukang batu, kuli bangunan. Sebelumnya pada Sabtu (4/4) sore itu masih sibuk mencuci,” jelas Tri.
Marwan tinggal sendiri di rumah tersebut. Anak-anaknya tinggal bersama mantan istri di Semarang. “Bersangkutan tinggal sendiri, ini sudah lama sebatang kara di sini, anak dan istri tinggal di Semarang,” kata Tri.
Kapolsek Pati, Iptu Heru Purnomo, menegaskan bahwa jenazah sudah dievaluasi dan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Iya benar, petugas sudah melakukan evaluasi, jenazah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Heru.
Insiden ini menimbulkan keprihatinan di kalangan warga. Meskipun masih belum diketahui penyebab kematian, langkah selanjutnya adalah hasil pemeriksaan medis. Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kesehatan dan keselamatan di lingkungan rumah tangga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
