Mayat Pria Tersangkut di Sungai Citanduy, Tasikmalaya

Ani R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Mayat Pria Tersangkut di Sungai Citanduy, Tasikmalaya

Gambar atau konten salah?

Di sungai Citanduy, sekitar Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, 19 Mei 2026 siang, seorang pria ditemukan tersangkut di bebatuan. Mayat tersebut sudah dalam kondisi membusuk, sehingga polisi masih belum dapat mengidentifikasi siapa korban.

Menurut deskripsi awal, mayat pria tersebut mengenakan kaos oblong berwarna hitam dan memiliki ciri kepala plontos. Identitas lainnya masih belum diketahui.

Penemuan pertama kali dilaporkan oleh Mamat Rahmat, seorang warga yang sedang memancing di area tersebut. Ia mengingatkan bahwa saat datang, ia sudah merasakan bau busuk yang menandakan bangkai binatang. Namun, ketika ia jongkok untuk mempersiapkan peralatan memancing, ia melihat tubuh manusia.

“Awal datang sudah tercium bau busuk, disangka bangkai binatang. Tapi begitu jongkok persiapan mau mancing, saya melihat mayat itu,” kata Mamat.

Setelah yakin bahwa ia menemukan tubuh manusia, Mamat memutuskan untuk tidak melanjutkan aktivitas memancing. Ia segera kembali ke kampung dan memberi tahu Ketua RT setempat. “Langsung balik lagi, lapor ke Pak RT, ke Kelurahan,” ujarnya.

Berita tentang mayat tersebut segera menyebar ke seluruh kampung. Meskipun lokasi penemuan cukup jauh dari permukiman dan memerlukan perjalanan melalui medan curam, warga tetap datang untuk melihat situasi tersebut.

Polisi dan petugas BPBD segera tiba di tempat kejadian. Koordinator Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, mengonfirmasi bahwa mayat yang ditemukan memang seorang pria. “Ya sesosok mayat laki‑laki, setelah berkoordinasi dengan kepolisian kami membantu melakukan evakuasi,” jelas Harisman.

Proses evakuasi tidak mudah. Lokasi berada di jalur curam, dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Untuk menurunkan mayat, petugas harus menerapkan teknik vertical rescue dan melibatkan belasan personil. “Kalau jarak paling sekitar 500 meter, tapi curam lebih dari 45 derajat. Sehingga kami harus menggunakan teknik vertical rescue, jadi personil dibagi 3 tim,” tambah Harisman.

Kapolsek Cibeureum, AKP Iwan Sujarwo, juga mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa jenazah sudah dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya. “Betul ada informasi pihak Polsek bersama rekan anggota termasuk Koramil, BPBD, Inafis dan pamapta serta kelurahan turun langsung dan mengecek bahwa benar ada temu mayat. Untuk jenis kelamin tadi hasil pengecekan laki‑laki dan jasad langsung di bawa ke rumah sakit,” kata Iwan.

Menurut Iwan, mayat tersebut diperkirakan sudah berada di sungai selama dua atau tiga hari, berdasarkan kondisi pembusukan. “Perkiraan meninggal sudah 2 atau 3 hari. Medan menuju TKP luar biasa, cukup curam,” ujarnya.

Polisi masih melakukan upaya identifikasi korban dan penyelidikan terkait kasus ini. Iwan mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga segera melapor ke polisi. “Saya juga mengimbau kepada masyarakat apabila ada kehilangan keluarga segera menghubungi Inafis Polres Tasikmalaya Kota,” kata Iwan.

Kasus ini menegaskan pentingnya koordinasi antara kepolisian, BPBD, dan lembaga lain dalam menanggapi kejadian di daerah terpencil. Evakuasi mayat di medan curam memerlukan teknik khusus dan kerja sama tim yang solid, sehingga prosesnya memakan waktu dan tenaga. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan.

mayat sungaievakuasiBPBDteknik vertical rescuepolisiTasikmalayaidentifikasi korban

Komentar

Memuat komentar...