Menjelajahi Keutamaan 10 Hari Akhir Ramadan dan Dzulhijjah

Sigit W. · 5 min baca · 2 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Menjelajahi Keutamaan 10 Hari Akhir Ramadan dan Dzulhijjah

Gambar atau konten salah?

Bandung – Umat Muslim akan segera memasuki periode yang paling dicintai Allah subhanallahu ta'ala. Di bulan Ramadan, 10 hari terakhir menjadi momen yang sangat mulia; di bulan Dzulhijjah, 10 hari awal menandai hari-hari yang amalan di dalamnya akan digandakan ganjarannya.

Dalam hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هذه الأَيَّامِ - يعني أيام العشر - قالوا : يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ الله ؟ قال وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ الله إَلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذلك بِشَيْءٍ” 1. Pesan ini menegaskan bahwa tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah daripada amalan di hari-hari tersebut.

Para sahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan mengorbankan jiwa dan hartanya lalu dia tidak kembali dengan sesuatu apapun darinya”. 1

Untuk memanfaatkan kesempatan ini, seorang muslim harus mempersiapkan diri dengan ilmu dan niat yang tulus. Pertama, bertobat dengan membersihkan hati dan pikiran. Kebersihan hati membuka pintu taufik Allah. Allah berfirman: “فَأَمَّا مَن أَعْطَىٰ وَٱتَّقَىٰ وَصَدَّقَ بِٱلْحُسْنَىٰ فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْيُسْرَىٰ” (al-lail [92]: 5‑7). Syaikh as‑Sa'di berkata: “Kami memudahkan segala urusannya, kami jadikan segala kebaikan ringan baginya, juga tidak berat untuknya meninggalkan segala keburukan”. 2

Selanjutnya, tekad kuat untuk memanfaatkan waktu guna taat kepada Allah. Allah berfirman: “وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحۡسِنِينَ” (Al‑Ankabut [29]: 69). Kemudian, meninggalkan kemaksiatan menjadi langkah penting. Imam Ibnul Qayyim mengatakan: “وَمِنْهَا تَعْسِيْرُ أُمُوْرِهِ عَلَيْهِ. فَلاَ يَتَوَجَّهُ لِأَمْرٍ إِلاَّ يَجِدُهُ مُغْلَقًا دُوْنَهُ أَوْ مُتَعَسِّرًا عَلَيْهِ” (Ath‑Thalaq [65]: 4). Allah menjadikan urusan orang yang bertakwa menjadi mudah.

Keutamaan 10 hari di bulan Dzulhijjah dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, Allah bersumpah: “وَٱلۡفَجۜرِ ١ وَلَيَالٍ عَشۜرٖ ٢” (Al‑Fajr [89]: 1‑2). Ayat ini merujuk pada sepuluh malam di bulan Ramadan dan sepuluh hari di bulan Dzulhijjah. Imam Ibnu Katsir menegaskan bahwa yang dimaksud adalah sepuluh hari di bulan Dzulhijjah.

Jika dibandingkan, 10 akhir bulan Ramadan lebih utama ketika menilai malam, sedangkan 10 awal bulan Dzulhijjah lebih utama ketika menilai siang. Hari-hari ini sangat diutamakan untuk berdzikir. Allah berfirman: “وَيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ فِيٓ أَيَّامٖ مَّعۡلُومَٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِ” (Al‑Hajj [22]: 28). Jumhur ulama menyatakan bahwa yang dimaksud adalah sepuluh hari Dzulhijjah.

Selain itu, Nabi bersabda: “أَفْضَلُ أَيَّامِ الدُّنْيَا أَيَّامُ الْعَشْرِ” (Hadith). Ini menegaskan bahwa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah adalah hari-hari paling utama di dunia. Hari Arafah (tanggal sembilan Dzulhijjah) menjadi hari pembebasan dari api neraka. Nabi berkata: “مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ” 7.

Di dalam sepuluh hari ini, berkumpulnya induk‑induk ibadah menjadi faktor utama. Al‑Hafizh Ibnu Hajar al‑Asqalani menuliskan: “وَالَّذِي يَظْهَرُ أَنَّ السَّبَبَ فِي امْتِيَازِ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ لِمَكَانِ اجْتِمَاعِ أُمَّهَاتِ الْعِبَادَةِ فِيهِ وَهِيَ الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالْحَجُّ” 8. Puasa, shalat, sedekah, dan haji menjadi pusat kegiatan di hari-hari ini.

Amal yang dianjurkan di hari-hari tersebut meliputi:

  • Umrah ke umrah lainnya sebagai penghapus dosa antara keduanya. Nabi bersabda: “الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةَ” 9.
  • Puasa Arafah yang menghapus dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Nabi bersabda: “صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ” 10.
  • Shalat yang menjadi amal pertama yang dihisab pada hari kiamat. Nabi bersabda: “إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ” 11.

Selain itu, takbir dan dzikir menjadi kegiatan utama. Allah berfirman: “وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ” (Al‑Hajj [22]: 28). Imam Ibnu Katsir menyatakan bahwa hari-hari yang telah diketahui adalah sepuluh hari Dzulhijjah. Takbir terbagi menjadi takbir muthlaq (tidak dibatasi) dan takbir muqayyad (dibatasi) yang dilakukan pada shalat fardhu dari fajar tanggal sembilan hingga ashar tanggal tiga belas Dzulhijjah.

Berikutnya, kurban menjadi kewajiban bagi yang mampu. Nabi bersabda: “مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا” 14. Selain itu, Nabi menegaskan: “إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ” 15. Jadi, bagi yang hendak berkurban, jangan memotong rambut atau kuku.

Selanjutnya, sedekah sangat dianjurkan. Allah berfirman: “يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنفِقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ يَوۡمٞ لَّا بَيۡعٞ فِيهِ وَلَا خُلَّةٞ وَلَا شَفَٰعَةٞ” (Al‑Baqarah [2]: 254). Ini menegaskan pentingnya memberi sebelum datang hari yang tidak ada jual beli dan syafa'at.

Faidah ilmiah dari Ustadz Beni Sarbeni, Lc hafizhahullah, menjelaskan bahwa pengetahuan tentang keutamaan 10 hari Dzulhijjah dapat meningkatkan kesadaran dan motivasi umat untuk beribadah lebih giat. Dengan memahami nilai-nilai tersebut, umat dapat memaksimalkan amalan di bulan suci ini.

Berikut catatan kaki yang merujuk pada sumber hadits dan tafsir:

1 Hadits shahih, diriwayatkan oleh al‑Bukhari dari shahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu.

2 Taisirul Karimir Rahman fi Tafsiri Kalamil Mannan oleh Abdurrahman bin Nashir as‑Si'di (Dar Ibnil Jauzi, cetakan keenam, Dammam) jilid. 4, hal. 19743.

4 Ad‑Da wad Dawa oleh Ibnul Qayyim Muhammad bi Abi Bakar (Darul Ma'rifah, cetakan pertama 1997), hal. 544.

5 Tafsir al‑Qur'anil Azhim yang lebih dikenal dengan Tafsir Ibni Katsir, oleh al‑Hafizh Ibnu Katsir (Dar as‑Salam, cetakan kedua Riyadh), jilid. 4, hal. 6515.

6 Lihat jawaban Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu'ul Fatwa (Majma al‑Malik Fahd, Madinah KSA), jilid. 25, hal. 2876.

7 Shahih, diriwayatkan oleh al‑Bazzar dari shahabat Jabir, lihat Shahihul Jami, no. 11337.

8 Shahih, diriwayatkan oleh Muslim, no. 13458.

9 Fathul Bari Syarah Shahih al‑Bukhari oleh Ibnu Hajar al‑Asqalani (Al‑Maktabah as‑Salafiyyah Mesir, cetakan pertama), jilid. 2, hal. 4609.

10 Shahih, muttafaq alaihi.

11 Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 864, dan at‑Tirmidzi, no. 413.

12 Surat al‑Hajj [22]: 28.

13 Tafsir al‑Qur'anil Azhim yang lebih dikenal dengan Tafsir Ibni Katsir, oleh al‑Hafizh Ibnu Katsir (Dar as‑Salam, cetakan kedua Riyadh), jilid. 5, hal. 415.

14 Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Majah, al‑Khatib, dan al‑Hakim dari shahabat Abu Huraiah radhiyallahu 'anhu., dihasankan oleh al‑Albani dari Takhrij al‑Misykat.

15 Hadits shahih, riwayat Muslim dan yang lainnya dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha. (yum/yum)

Dengan memahami keutamaan dan amalan yang dianjurkan di sepuluh hari Dzulhijjah, umat dapat memaksimalkan kesempatan beribadah. Fokus pada tobat, shalat, puasa, sedekah, dan kurban, serta menjaga kebersihan hati dan pikiran, akan membawa manfaat spiritual yang mendalam. Kesempatan ini tidak hanya menjadi ajang amalan, tetapi juga pengingat akan kebesaran Allah dan pentingnya persiapan diri untuk menghadapi hari kiamat.

DzulhijjahRamadanamalanpuasasholatsedekahkurbantakbir

Komentar

Memuat komentar...