Mesin Combine Tertenggelam di Sawah Kalikotes, Warga Bingung
Gambar atau konten salah?
Mesin combine yang biasanya dipakai memanen padi, terlihat terhuyung di tengah sawah Desa Kalikotes, Kecamatan Kalikotes, Klaten. Tidak ada tanda pemiliknya, sehingga warga tak tahu siapa yang bertanggung jawab.
Lokasi mesin berada di Jalan Raya Kalikotes, hanya sekitar 50 meter dari tepi jalan. Posisi mesin terperosok mendalam sekitar 70 sentimeter di tanah sawah. Di sekelilingnya, tanaman padi berusia tiga minggu tumbuh subur, menandakan lahan belum sempat dipanen.
Di sekitar mesin, terlihat karet streng dan lonjoran besi yang menempel pada permukaan. Besi pada mesin mulai karatan karena kelembapan di sekitarnya. Kondisi ini memperlihatkan mesin sudah lama tidak dipakai.
Menurut Gianto, warga setempat, mesin sudah berada di sana sekitar tiga minggu atau mungkin sebulan. Ia mengatakan mesin macet saat digunakan: “Jadi macet rusak saat digunakan panen padi. Karena mungkin sedang cari onderdil belum dapat akhirnya ditinggal.”
Gianto menambahkan, “Mesin tersebut bukan milik warga sekitar desanya karena tidak pernah dijenguk. Saat digunakan panen sebenarnya tinggi sedikit lagi.”
Ia menjelaskan lebih lanjut, “Tinggal sedikit selesai malah mogok. Karena tidak bisa diderek, rodanya mirip tank jadi tidak bisa dipindah dengan ditarik.”
Gianto juga menyatakan, “Selesai panen sampai sawah ditanami lagi masih di situ. Jadi kanan kirinya ya tanaman.”
Di sisi lain, kepala desa Kalikotes, Ponidi, menyatakan bahwa perangkat desa tidak mengetahui mesin combine itu milik siapa. “Sejak awal tidak laporan. Informasinya itu rusak sudah tiga minggu sehingga di tengah tanaman padi,” katanya. Ia menanyakan, “Mau ditolong bagaimana karena itu mesin combine berat.”
Insiden ini menunjukkan kurangnya koordinasi antara pemilik mesin dan warga setempat. Tanaman padi yang masih subur menandakan lahan belum dipanen, sementara mesin yang terhuyung menambah beban bagi petani di daerah tersebut. 18 April 2026 menjadi hari yang menandai kejadian ini, menambah kesadaran akan pentingnya pemeliharaan alat pertanian dan komunikasi antar pemilik serta komunitas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai