Miftahul Jannah Siap Gosok 2800 km Lintas Sumatra, 60 Hari

Fajar H. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Miftahul Jannah Siap Gosok 2800 km Lintas Sumatra, 60 Hari

Gambar atau konten salah?

Miftahul Jannah kembali menantang batas dengan rencana ekspedisi bersepeda lintas Pulau Sumatra. Mantan atlet judo disabilitas nasional yang pernah didiskualifikasi di Asian Para Games 2018 karena mempertahankan hijabnya, kini bersiap menempuh jarak 2.800 kilometer. Bukan sekadar olahraga, ia membawa misi tentang inklusivitas, aksesibilitas, dan pembuktian kemampuan penyandang disabilitas.

Ekspedisi ini dijadwalkan berlangsung selama 60 hari pada Juni hingga Juli 2026. Setiap hari, Miftah menargetkan dapat menempuh 75 hingga 100 kilometer dengan didampingi tim pendukung untuk keamanan dan dokumentasi. Bogor menjadi titik awal, diikuti perjalanan melintasi Banten, Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga berakhir di Aceh.

"Kegiatan ini adalah ekspedisi bersepeda jarak jauh lintas Sumatera yang dilakukan oleh Miftahul Jannah, seorang atlet disabilitas/netra. Program ini bukan sekadar olahraga endurance, tapi juga membawa misi sosial tentang aksesibilitas, inklusivitas, dan pemberdayaan penyandang disabilitas," kata Miftah pada Jumat, 15 Mei 2026.

Selama perjalanan, ia tidak hanya fokus mengayuh sepeda. Ia juga berencana melakukan kampanye sosial, bertemu masyarakat, dan membuat dokumentasi digital di setiap daerah yang disinggahi. "Jadi bukan hanya gowes, tetapi juga ada unsur edukasi sosial, branding, dan engagement dengan masyarakat," ujarnya.

Bagi Miftah, ekspedisi ini memiliki makna personal yang sangat dalam. Pengalaman pahit saat Asian Para Games 2018 menjadi titik balik yang membentuk tekadnya hingga hari ini. "Latar belakang utamanya berasal dari pengalaman pribadi sebagai atlet disabilitas. Saya pernah mengalami momen berat ketika didiskualifikasi di Asian Para Games 2018 karena mempertahankan prinsip pribadi," ucapnya.

Dari pengalaman tersebut, Miftah mengaku ingin bangkit dan membuktikan diri lewat tantangan baru di luar cabang olahraga yang selama ini digelutinya. "Dari pengalaman itu, muncul keinginan untuk bangkit, membuktikan kapasitas diri di cabang olahraga lain, dan menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan berprestasi," katanya.

Motivasi lainnya adalah memberikan inspirasi kepada anak-anak berkebutuhan khusus, membuktikan bahwa atlet disabilitas juga bisa melakukan ekspedisi ekstrem, dan mengangkat isu kesetaraan serta aksesibilitas ruang publik. "Motivasi lainnya adalah memberikan inspirasi kepada anak-anak berkebutuhan khusus, membuktikan bahwa atlet disabilitas juga bisa melakukan ekspedisi ekstrem, dan mengangkat isu kesetaraan serta aksesibilitas ruang publik," ujarnya.

Menurut Miftah, ekspedisi lintas Sumatra ini bukan hanya tentang mencapai garis akhir di Aceh. Ada pesan yang lebih besar yang ingin ia suarakan sepanjang perjalanan. "Tujuan kegiatan ini yaitu membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi, mengkampanyekan pentingnya aksesibilitas fasilitas umum bagi penyandang disabilitas, serta menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi dan melampaui batas," tuturnya.

Ia berharap perjalanan tersebut bisa menjadi ruang interaksi sosial yang lebih luas antara penyandang disabilitas dengan masyarakat umum. "Saya berharap perjalanan tersebut bisa menjadi ruang interaksi sosial yang lebih luas antara penyandang disabilitas dengan masyarakat umum," tambahnya.

Secara singkat, kegiatan ini bukan hanya soal mencapai garis finish di Aceh, tetapi juga tentang membawa pesan bahwa inklusivitas, keberanian, dan mimpi itu milik semua orang. "Secara singkat, kegiatan ini bukan hanya soal mencapai garis finish di Aceh, tetapi juga tentang membawa pesan bahwa inklusivitas, keberanian, dan mimpi itu milik semua orang," pungkasnya.

Ekspedisi Miftahul Jannah menegaskan bahwa batasan fisik tidak menghalangi prestasi. Ia menargetkan menempuh 75 hingga 100 kilometer per hari, menambah kesadaran publik tentang pentingnya aksesibilitas dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Dengan dukungan tim dan dokumentasi digital, ia berharap dapat menyebarkan pesan positif ke seluruh Indonesia.

Ekspedisi Bersepeda SumatraMiftahul JannahPenyandang DisabilitasInklusivitasAksesibilitasAsian Para Games 2018Pemberdayaan SosialInspirasi Anak Berkebutuhan Khusus

Komentar

Memuat komentar...