Mobil Dinas Solo Viral, Dua Pelat Nomor Merah dan Putih
Gambar atau konten salah?
Di Jalan Slamet Riyadi Solo, sebuah mobil dinas berwarna hitam menjadi sorotan setelah video yang menampilkannya menjadi viral di media sosial. Mobil tersebut memakai dua pelat nomor sekaligus: pelat merah di depan dengan nomor AD 1008 XA dan pelat putih di belakang dengan nomor AD 1012 ZA.
Video ini diposting oleh akun Instagram @surakartakita. Di dalam unggahan, terlihat jelas mobil hitam itu berdiri di tempat parkir, menampilkan kedua pelat nomor yang berbeda warna.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, segera menanggapi laporan tersebut. Ia menegaskan, “Ya, kami cukup prihatin hal itu terjadi di Kota Surakarta. Kami pun langsung mengoreksi di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Kami sudah mengonfirmasi bahwa itu bukan dari aset milik Pemerintah Kota. Mungkin dari instansi terkait yang lain,” katanya di Balai Kota Solo pada Kamis 02 April 2026.
Respati menambahkan, “Saya harap ini menjadi koreksi bagi kita semua untuk menjaga integritas, memisahkan kepentingan pribadi dan pekerjaan. Mari kita jaga profesionalisme dalam bekerja,” ia berpendapat. Ia juga mengakui pernah menerima aduan tentang penggunaan mobil tersebut dan segera melakukan pengecekan.
Menurutnya, “Secara data, kami langsung mengecek laporan aduan warga dan itu memang bukan aset milik Pemerintah Kota Surakarta,” ia menyatakan. Ia menekankan pentingnya mobil dinas hanya dipakai untuk kepentingan dinas dan agar semua ASN menjaga integritasnya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Solo, Sri Hastuti, juga menyatakan, “Sudah kami cek di data kami tidak masuk dalam catatan aset Pemkot Surakarta. (Kemungkinan pelat palsu?) Saya kurang tahu ya karena kan merah kemudian di-double. Harus dicek dulu,” ia menjelaskan.
Dengan dua pelat nomor yang berbeda, mobil tersebut menimbulkan spekulasi tentang asal-usulnya. Namun, data resmi menunjukkan bahwa kendaraan itu tidak tercatat sebagai aset Pemerintah Kota Surakarta. Kejadian ini menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap penggunaan kendaraan dinas dan pentingnya transparansi dalam pengelolaan aset publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
