Mobil Mitsubishi Xpander Eko hilang di parkir masjid Bogor
Gambar atau konten salah?
Eko Kristanto Andi Wahono, seorang warga di Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, mengalami kejadian yang membuatnya panik pada 23 Maret 2026. Setelah menunaikan salat Zuhur di Masjid Assalafiyah, ia keluar dan menemukan mobilnya hilang dari tempat parkir.
“Setelah saya salat Zuhur, selesai saya keluar, tiba-tiba kendaraan sudah tidak ada,” kata Eko kepada petugas di pos terpadu exit tol Parungkuda.
Menduga mobilnya dicuri, Eko langsung bertanya kepada tukang parkir. Ia mendapat petunjuk bahwa mobil tersebut melaju ke arah Sukabumi.
“Dengan asumsi kendaraan pasti hilang ini. Saya tanya tukang parkir, arahnya ke mana? Pokoknya arahnya ke arah Sukabumi,” ujarnya.
Tanpa pikir panjang, Eko memutuskan mengejar dengan mobil adiknya. Ia mempertimbangkan dua jalur yang mungkin diambil pelaku: keluar tol menuju Jagorawi atau mengarah ke Parungkuda.
“Saya ke Jagorawi dulu. Jagorawi sampai putaran Ciawi nggak dapat. Saya masuk lagi Bocimi, saya kejar sampai sekarang ke arah Parungkuda. Parungkuda saya kepentok di Nagrak. Dari Nagrak saya ke sini, sudah nggak ada,” ungkapnya.
Mobil yang hilang tersebut adalah Mitsubishi Xpander berwarna hitam dengan nomor polisi B 1022 HUF. Saat kejadian, mobil dalam keadaan terkunci dan menggunakan sistem keyless.
“Terkunci. Kuncinya ada di saya. Keyless, bisa dibobol itu,” jelas Eko.
Eko menambahkan bahwa ia datang ke masjid bersama keponakannya dari rumah yang tidak jauh dari lokasi. Ia menegaskan bahwa kejadian ini bukan terkait arus mudik Lebaran, melainkan aktivitas harian.
“Saya memang rumah saya di situ. Memang saya kalau dari rumah ke masjid itu memang sengaja ngajak keponakan tadi itu. Jadi ini bukan mudik,” jelasnya.
Selama pengejaran, Eko sampai di wilayah Sukabumi dan bertemu petugas yang mengatur lalu lintas di jalur arteri Parungkuda. Mobilnya belum ditemukan. Petugas yang menerima laporan mencoba menenangkan Eko dan mengarahkan untuk membuat laporan resmi di Polsek Cijeruk.
Peristiwa ini menyoroti risiko mobil dengan sistem keyless yang dapat dibobol, serta pentingnya kewaspadaan saat menurunkan kendaraan di area publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
