Mortir Perang Dunia II Ditemukan di Jayapura, Papua, Risiko
Gambar atau konten salah?
Bom sisa peninggalan Perang Dunia II kembali ditemukan di Kabupaten Jayapura, Papua.
Menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito, pada Kamis, 4 Juni 2026 ia menerima laporan dugaan temuan dua benda yang diduga mortir. “Benar telah diterima laporan adanya dugaan temuan dua benda yang diduga mortar,” ujarnya.
Temuan terjadi di Dister Parako 3 Pasgat, dekat samping Lapangan Tembak Lanud Silas Papare, di Kampung Doyo Baru Hinekombe, Distrik Waibu, pada Rabu, 3 Juni 2026 sekitar pukul 18.50 WIT. Aparat segera turun setelah menerima laporan.
“Benda tersebut ditemukan warga saat melakukan aktivitas mencangkul di area kebun. Dari hasil temuan awal, benda diduga merupakan amunisi jenis mortir peninggalan Perang Dunia II,” kata Cahyo.
Aparat menutup akses di sekitar lokasi dan mengimbau warga menjauhi area temuan guna menghindari potensi bahaya. Tim Jibom Satbrimob Polda Papua mengambil alih penanganan bahan peledak.
“Saat ini personel sudah melakukan langkah pengamanan awal dan akan dilakukan identifikasi serta penanganan oleh tim Jibom,” jelas Cahyo.
Ia menambahkan, “Penanganan sepenuhnya dilakukan oleh personel Jibom yang memiliki kompetensi. Kami minta masyarakat segera melapor jika menemukan benda serupa. Jangan mendekati, menyentuh atau memindahkan benda yang diduga bahan peledak.”
Temuan ini menegaskan bahwa masih ada amunisi lama di wilayah Papua yang dapat menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
