Motor Trail Listrik Adlas Bantu Distribusi Gizi di Daerah

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 139 dibaca
Bisik.id
Motor Trail Listrik Adlas Bantu Distribusi Gizi di Daerah

Gambar atau konten salah?

Motor trail listrik yang diproduksi oleh PT Adlas Sarana Elektrik menjadi topik hangat di kalangan publik. Kendaraan jelajah ini dikabarkan akan dipakai oleh pegawai Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), namun nama yang paling sering muncul adalah dua desainer: Abdullah Alwi dan Gunanjar Baroka.

Abdullah Alwi dan Gunanjar Baroka tercatat sebagai pemilik hak cipta di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum. Pada 01 Agustus 2025, mereka mendaftarkan desain industri JVX—motor trail listrik yang kuat dan adaptif. Tidak berhenti di situ, pada 01 November 2025, mereka mengajukan desain industri Emmo JVH untuk kategori skuter listrik. Langkah ini menandakan adanya pengembangan lini produk yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada kendaraan jelajah.

Gunanjar Baroka memiliki latar belakang kuat di industri kendaraan listrik. Sebelumnya ia pernah bekerja di studio desain Katalis sebagai Head of Sales & Technology Solutions. Di sana, ia ikut mengembangkan skuter listrik Spacebar, produk yang menargetkan pasar urban dengan pendekatan desain fungsional.

Abdullah Alwi datang dari jalur industri manufaktur. Ia pernah menjabat sebagai GM Sales & Marketing di PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA), perusahaan yang memproduksi motor listrik nasional. Produk WIMA mulai dipasarkan pada 17 Agustus 2018, menjadi tonggak awal penetrasi motor listrik buatan dalam negeri.

Desain JVX menonjolkan karakter kendaraan yang tangguh dan adaptif terhadap medan. Pendekatan desain ini berbeda dengan motor listrik perkotaan pada umumnya. Kendaraan ini dirancang untuk fungsi dual‑purpose: dapat digunakan di jalan raya sekaligus menjangkau area dengan kondisi medan yang lebih berat. Kebutuhan semacam ini biasanya muncul dalam operasional lapangan yang menuntut mobilitas tinggi dan fleksibilitas.

Dalam penjelasan resminya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut pengadaan motor listrik untuk operasional SPPG merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025. Program ini dirancang untuk mendukung mobilitas Kepala SPPG dalam menjalankan distribusi dan pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Realisasi pengadaan dilakukan secara bertahap sejak akhir 2025. Dari total pesanan sebanyak 25.000 unit, hingga kini telah terealisasi 21.801 unit motor listrik. Jumlah tersebut, menurut Dadan, tidak terpusat di satu wilayah, melainkan akan didistribusikan ke berbagai daerah sesuai kebutuhan operasional.

Dadan juga menegaskan bahwa informasi yang menyebut pengadaan mencapai 70.000 unit tidak benar. Angka tersebut muncul dari narasi yang beredar di media sosial, sementara data resmi pemerintah menunjukkan jumlah yang jauh lebih kecil dan masih dalam proses administrasi sebelum digunakan.

“Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kita beli kalau nggak salah Rp 42 juta, di bawah harga pasaran,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana. Kalimat ini menegaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut dilakukan dengan skema harga yang diklaim lebih rendah dari harga pasar.

Pengadaan motor trail listrik ini mencerminkan upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan distribusi program gizi. Dengan kendaraan yang mampu menaklukkan berbagai medan, distribusi makanan bergizi dapat mencapai daerah terpencil. Keputusan ini juga menandai langkah strategis dalam memanfaatkan teknologi kendaraan listrik untuk mendukung program kesehatan masyarakat.

motor trail listrikdesain industri JVXSPPGBGNMakan Bergizi Gratisdistribusi makanan bergiziharga Rp 42 juta

Komentar

Memuat komentar...