Nasi Goreng: Gizi Seimbang, Tidak Hanya Karbohidrat
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, nasi goreng sering dianggap cukup mengenyangkan karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Namun, apakah menu ini cukup memadai bagi kebutuhan gizi harian? dr Diana Felicia Suganda, M.Kes, SpGK menegaskan bahwa jawaban tergantung pada variasi bahan yang digunakan.
Biasanya, nasi goreng disajikan dengan satu butir telur ceplok dan tempe orek 2–3 sendok makan. Menurut dr Diana, “Kalau kita ngomong nutrisi, yang penting bukan cuma dari sisi jumlahnya, tapi komposisinya.”
Ia menjelaskan bahwa menu sehat harus mencukupi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien, ia katakan, “adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar.” Karbohidrat, protein, dan lemak (lemak sehat tentunya) harus ada. Sementara mikronutrien, walaupun dalam jumlah kecil, penting agar tubuh berfungsi dengan baik. “Nah ini yang kita suka miss,” tambah dr Diana.
Dalam talkshow pada 29 Mei 2026, ia menyoroti dampak nutrisi ibu hamil terhadap tumbuh kembang anak. “Kualitas nutrisi yang didapatkan ibu saat mengandung, turut menentukan kualitas tumbuh kembang anak di kemudian hari,” ujarnya. “Sepenting itu peran nutrisi. Apa yang si ibu makan akan menjadikan kualitas si anak, nentuin IQ-nya, nentuin EQ-nya, menentukan sisi psikososial, semua itu bahkan sejak di kandungan,” jelasnya.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah tidak memperhitungkan keseimbangan nutrisi. Karbohidrat sering diprioritaskan untuk rasa kenyang, sementara protein dianggap sekadar pelengkap. dr Diana menegaskan, “Padahal kalau kita ngomong building blocks untuk sel-sel, semua itu adalah protein. Itu yang kadang suka dilupakan.”
Dengan pemahaman ini, konsumen dapat lebih sadar memilih bahan dan proporsi yang tepat. Nasi goreng tetap mengenyangkan, tapi menambah sumber protein dan mikronutrien akan membuatnya lebih seimbang. Menyadari pentingnya komposisi gizi membantu menjaga kesehatan jangka panjang, baik bagi ibu maupun anak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
